Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Walikota Buka Pelatihan 35 Lurah se Kota Tebingtinggi

Walikota Buka Pelatihan 35 Lurah se Kota Tebingtinggi

Keterangan gambar : CENDERAMATA “Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM menyerahkan cenderamata kepada Kasi Pengembangan Desa Dirjen PMD Kemendagri RI, Fernando H Siagian S.STP M.Si selaku narasumber pada Pelatihan 35 Lurah se Kota Tebingtinggi”.
Keterangan gambar :
CENDERAMATA “Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM menyerahkan cenderamata kepada Kasi Pengembangan Desa Dirjen PMD Kemendagri RI, Fernando H Siagian S.STP M.Si selaku narasumber pada Pelatihan 35 Lurah se Kota Tebingtinggi”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Walikota Tebingtinggi Ir.H. Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan seluruh lurah untuk melaksanakan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, memelihara ketentraman dan ketertiban umum, memelihara prasarana dan fasilitas pelayanan umum serta melaksanakan tugas lainnya yang diberikan camat.

“Undang Undang No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah memberikan kejelasan anggaran kepada kelurahan, dimana selama ini ketiadaan anggaran menjadi kendala yang sangat signifikan dalam upaya pembangunan kelurahan”.

Demikian penjelasan Walikota Umar Zunaidi Hasibuan saat membuka Pelatihan 35 Lurah se Tebingtinggi terkait UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Kamis (27/11) di RM Pondok Bagelen Jalan Deblot Sundoro Tebingtinggi.

Pelatihan yang digelar Badan Pemberdayan Masyarakat dan Pemerintahan Kelurahan (BPMPK) setempat menghadirkan tiga orang narasumber bertaraf nasional dan lokal antara lain, Kasi Pengembangan Desa Dirjen PMD Kemendagri RI, Fernando H Siagian S.STP M.Si, Asisten Administrasi Pemerintahan Kota Tebingtinggi Drs H Agussalim dan Kadis Kependudukan dan Capil Tebingtinggi M Dimiyathi S.Sos MTP.

Dalam perspektif plus minus, lanjut Umar Zunaidi, kehadiran UU No.23/2014 memberikan kedudukan yang lebih jelas dan nyata terhadap kelurahan. Kedudukan lurah bukan lagi termasuk dalam perangkat daerah sebagaimana disebutkan dalam pasal 120 UU No.32 Tahun 2004, ”Sepengetahuan kami, sampai saat ini khususnya di Propinsi Sumatera Utara, belum ada Kabupaten/Kota yang telah menjadikan kelurahan sebagai SKPD”, papar Umar Zunaidi.

Menurut walikota, kehadiran UU No.23 Tahun 2014 menjadi tantangan tersendiri bagi daerah, termasuk daerah yang keseluruhan wilayahnya adalah kota dan hanya memiliki kelurahan. “Kejelasan kedudukan ini tidak lagi memberikan interprestsi yang berbeda-beda kepada lurah dalam melaksanakan tugas-tugasnya”, imbuh Umar Zunaidi.

Diakhir sambutannya, Walikota mengintruksikan kepada seluruh lurah dan camat se Kota Tebingtinggi yang mengikuti pelatihan untuk dapat berkonsentrasi dan tidak meninggalkan ruangan selama dalam mengikuti pelatihan yang digelar selama dua hari.

Sebelumnya, Kepala BPMPK Kota Tebingtinggi Dra Sri Wahyuni dalam laporannya menyampaikan, tujuan digelarnya pelatihan bagi perangkat kelurahan adalah untuk meningkatkan SDM dan kesiapan lurah dan aparatur kelurahan serta mendorong lurah bergerak lebih aktif dan progresif terhadap pembangunan kelurahan. (Hans)

Check Also

Dandim Pimpin Pelepasan Kasdim 0111 Bireuen

Bireuen, sidaknews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen Letkol Arm Adekson, memimpin acara pelepasan Kasdim Mayor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *