Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » Walikota : Cabut Ijin Gelper yang Menyimpang Dari Aturan

Walikota : Cabut Ijin Gelper yang Menyimpang Dari Aturan

Walikota Tanjungpinang
Walikota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah,SH.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang akan dengan tegas akan mencabut ijin gelper (gelanggang permainan) yang menyimpang dan menyalahi aturan yang telah ditetapkan serta tidak akan mengeluarkan ijin lagi bagi gelper dimaksud.

Demikian disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH saat memimpin rapat koordinasi terkait dasar hukum gelanggang permainan mekanik/elektronik, Rabu (19/2), di ruang rapat kantor walikota Tanjungpinang.

Rapat koordinasi ini dimaksud untuk meluruskan rumor-rumor yang beredar dimasyarakat tentang maraknya gelper yang disinyalir melakukan praktek perjudian.

“Banyak laporan dari masyarakat yang merasa resah akan adanya gelper yang berbau judi. Namun itu harus kita selidiki lebih dalam lagi. Bila memang menyalahi aturan, maka akan dikenai sanksi bahkan pencabutan ijin.” Kata Lis.

Perlu digarisbawahi, Pemko memang memberikan ijin gelper, namun didalam ijin tersebut disebutkan tidak boleh ada transaksi berbentuk uang. Bila ini ditemui, maka akan segera ditindak. Bersama SKPD terkait seperti Satpol PP, BPPT dan PM, serta Camat dan Lurah tentunya akan saling berkoordinasi untuk segera menertibkan gelper tersebut.

Disebutkan Tengku Dahlan selaku Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Tanjungpinang, dari 11 ijin yang dikeluarkan Pemko Tanjungpinang, 4 diantaranya masih berlaku, yaitu E-zone Swalayan Global jl. D.I. Panjaitan, , Star City Jl. Gambir, Pinang Rindu, dan Speed Zone Jl. Ir. H. Juanda. Dari keempat ijin gelper tersebut.

Tim dari BPPT dan PM telah 3 kali terjun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian atas 1 gelper yang sedang dalam pengurusan perpanjangan ijin HO nya, yaitu Pinang Rindu yang sejauh ini berisi arena permainan untuk anak-anak.

“Namun akan tetap dipantau apakah ijin yang diberikan tetap dipergunakan sebagaimana mestinya.” Ujar Tengku.

Senada dengan hal tersebut, Lis juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak akan mentolerir segala bentuk perjudian. “Segala bentuk perjudian di kota Tanjungpinang ini tidak diijinkan sama sekali.” Tegasnya.

“Satpol PP bersama dinas terkait khususnya camat dan lurah wajib melakukan razia di jam malam. Batas waktu yang diberikan untuk membuka gelper adalah sampai jam 10 malam. Lewat dari jam tersebut, wajib mendapat pengawasan karena sudah ada aturannya.”

Selain aparat pemerintah, kerjasama dari seluruh elemen masyarakat juga sangat diperlukan mengingat pemerintah tidak akan mampu mengawasi satu persatu sudut kota tanpa bantuan dari semua pihak.

“Lurah juga wajib berpatroli bersama pengurus RT/RW dan Satpol PP juga, karena sudah kewajiban bagi para lurah untuk mengetahui situasi dan kondisi lingkungannya. Jangan sampai kecolongan.” Pesan Lis.(Hms/Red)

Check Also

Jelang Ramadhan, Rumah Makan dan Tempat Hiburan di Bintan Ditertibkan

Bintan, sidaknews.com – Memasuki bulan suci Ramadan pemerintah daerah (Pemkab) Kabupaten Bintan. Satuan Polisi Pamong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *