Senin , 29 Mei 2017
Home » Berita Foto » Warga Desa Linggamukti Gelar Hajat Bumi

Warga Desa Linggamukti Gelar Hajat Bumi

Bupati Purwakarta
Bupati Purwakarta H.Dedi Mulyadi,SH pada acara gelar Hajat Bumi dalam rangka HUT Desa Linggamukti, Drangadan Purwakarta   ke 33 

PURWAKARTA,sidaknews.com – Desa merupakan wilayah dimana masyarakatnya, rata – rata masih memegang teguh adat istiadatnya serta budayanya. Maka dalam melestarikan kebudayaan yang dimiliki di wilayahnya, masyarakat Desa Linggamukti Kecamatan Darangdan, Purwakarta, mengadakan gelar Hajat Bumi dalam rangka memperingati HUT Desa Linggamukti ke 33. Rabu (14/5) di Desa Linggamukti, Darangdan Purwakarta.

Kegiatan tersebut, berlangsung cukup meriah, karena hampir seluruh masyarakat disetiap RW dan RT di Desa Linggamukti, turun langsung untuk memeriahkan acara tersebut, bahkan hadir Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., yang didampingi segenap unsur Pejabat Eselon II,III dan IV serta Kepala OPD, Kepala Desa serta Muspika Darangdan.

Dalam sambutannya, Dedi menjelaskan arti sebenarnya hajat bumi, menurutnya hajat bumi mempunyai arti sebagai pengingat kepada para pengisi bumi, untuk bisa melestarikan alam dan lingkungan, karena bagian dari hukum alam.

“Hajat bumi tuh berarti menyelamatkan bumi, yaitu untuk mengingatkan setiap pengisi bumi untuk tidak merusak bumi sebab kita semua berdiri menginjak tanah, adanya sumber air kita tidak boleh merusaknya, adanya tanah kita tidak boleh merusaknya karena dengan merusak sama saja dengan melawan hukum Allah, dan dalam menjaganya harus dibuat berdasarkan hukum adat.”, ujarnya.

Selain itu, Dedi menegaskan bahwa, dirinya memiliki penelitian tentang desa yang masih memegang teguh adat istiadat dan desa yang meninggalkan adat istiadat, dari penilitiannya Dedi menyimpulkan bahwa desa yang masih memegang teguh adat dan budaya, cenderung kondisi masyarakatnya lebih sejahtera.

“Saya memiliki penilitian tentang desa – desa yang masih memegang teguh adat, satu tidak pernah ada perkelahian, yang kedua rata – rata pemimpinnya jujur, yang ketiga sifat gotong royong masyarakat sangat tinggi, tidak ada kemiskinan jarang terjadi gizi buruk, bahkan saya berani bertaruh dan bisa dibandingkan bagaimana kondisi masyarakat yang Desanya masih memegang adat istiadatnya dan tidak, itu terlihat dari kesejahteraan masyarakatnya..”, tegasnya.

Dedi pun, memberikan stimulus kepada para kepala desa, yang kebetulan hadir dalam hajat bumi tersebut, pemkab akan memberikan anggaran sampai satu milyar kepada desa yang mampu menjadi desa budaya, ditambah konsepnya dalam peternakan yaitu dengan membangun kampung ternak di desa – desa.

“bahkan desa yang berhasil membangun sistem berbudaya seperti menggunakan bahan organik untuk pertanian, daya kreatifitas masyrakat tinggi, perternakannya berjalan dengan baik, tentram aman, tertib dan rapi maka pemkab akan memberikan hadiah sebesar satu milyar, dan kedepannya juga akan mengkonsepsikan kampung ternak di desa – desa.”, ungkapnya.

Sedangkan menurut Kepala Desa Linggamukti, Mimin Setiasih menuturkan bahwa, digelarnya hajat bumi tersebut, merupakan bagian dari rasa syukur warga Linggamukti, serta dalam rangka memperingati berdirinya desa Linggamukti ke 33.

“Kegiatan ini, diselenggarakan bagian dari rasa syukur warga Linggamukti, karena hasil panen warga yang tahun ini cukup berhasil, serta bagian dalam memperingati hari berdirinya Desa Linggamukti ke 33,selain itu upaya dari warga Desa Linggamukti dalam melestarikan dan meneruskan budaya dan adat Desa Linggamukti.”, tuturnya.

Hajat Bumi sendiri, diisi oleh berbagai hasil panen warga Linggamukti, dari mulai Pisang, Tanaman Sayuran hingga Padi yang diarak berkeliling oleh warga menyusuri setiap sudut Desa Linggamukti.(ega nugraha)

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *