Home » Berita Foto » Warga Indonesia Jadi Pemasok Bahan Dasar Ekstasi Ke Amerika

Warga Indonesia Jadi Pemasok Bahan Dasar Ekstasi Ke Amerika

Pemasok Narkoba ke AS. ©2013 Merdeka.com
Pemasok Narkoba ke AS. ©2013 Merdeka.com

Jakarta, sidaknews.com- HW alias JY (29) ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di kediamannya Jl Pete No 5 Kebayoran, Jakarta Selatan. HW diketahui menjadi pemasok prekursor (bahan dasar ekstasi) ke beberapa negara bagian di Amerika Serikat.
Bahan dasar ekstasi itu dikirimkannya melalui perusahaan jasa pengiriman. Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar mengatakan, BNN bekerjasama dengan Australian Federal Police (AFP) dan United States Drug Enforcement Administration (US DEA) dalam mengungkap kasus ini. Dalam menjalankan bisnisnya HW menjual prekursor secara online ke Amerika.

“HW ini menjalankan bisnisnya sendiri, cairan prekursor narkotika tersebut didapat dari Madiun lalu disuling. Pemesanannya itu biasanya partai besar,” ujarnya kepada wartawan, di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (25/7).

Anang menjelaskan, HW mengirimkan prekursor tersebut kelima pabrik pembuatan narkoba di empat wilayah yaitu, California, Texas, Georgia, dan Los Angeles. Sedangkan dua laboratorium pembuat narkoba diketahui belum mulai beroperasi.

“Dari lima tempat di empat wilayah tersebut, setidaknya sudah ada tiga laboratorium pembuat narkoba yang beroperasi dan sudah diamankan,” jelasnya.

Lebih lanjut Anang mengatakan, dari tangan tersangka petugas berhasil menyita 250 liter cairan prekursor yang dibagi ke dalam 10 jerigen, 7 botol plastik dengan total 10 liter prekursor, 1 karung besar berisi ratusan botol plastik, 2 unit komputer, dan beberapa benda lainnya.

“Bayangkan saja kalau 1 liter prekursor bisa menghasilkan 10.000 ektasi berarti kalau semua dipakai bisa membuat kurang lebih 3 juta ekstasi,” ungkapnya.

Atas perbuatanya tersangka dijerat pasal 129 UU narkotika yaitu memiliki, menyimpan, mengusai, atau menyediakan perkusor narkotika untuk pembuatan narkoti, ancaman hukuman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar.sumber Merdeka.com

Check Also

kepala badan Baitul Mal Kota Langsa, Alamsyah Abubakardin (pakai peci hitam) mengecek rumah bantuan pimpinan dayah Darul Huda yang sedang dikerjakan.

Baitul Mal Bangun Rumah Pimpinan Dayah Darul Huda

Langsa, sidaknews.com – Tgk Muhammad Nasir selaku pimpinan dayah Darul Huda cabang Abu Ali atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>