Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Warga Jalan KF Tandean Tebingtinggi Tutup Jalan

Warga Jalan KF Tandean Tebingtinggi Tutup Jalan

aksi tutup jalan
Tampak Foto : Pantau “Kasat Polres Tebingtinggi Saat Memantau Aksi Menutup Jalan Yang Dilakukan Masyarakat Di Sekitar Jalan KF Tandean Kota Setempat.”

Tebingtinggi, Sidaknews.com – Tidak setuju dengan kebijakan Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi yang akan menjadikan jalur Jalan KF Tandean menjadi satu arah.

Puluhan masyarakat di pinggiran Jalan KF Tandean ramai-ramai menutup ruas jalan yang menghubungkan kawasan inti kota menuju Dolok Masihul dan Gunung Pamela itu, Senin (2/2). Mereka menuding penutupan ruas jalan tersebut akan merugikan usaha mereka.

Terpantau, masyarakat di sekitar Jalan KF Tandean simpang Jalan Pendidikan, memasangkan bangku dan meja ke tengah jalan dan mendudukinya.

Akibatnya, pengguna jalan dari inti kota maupun dari luar kota tidak bisa bergerak, sehingga terjadi kemacetan total. Hal itu dipicu oleh kegiatan ‘sosialisasi’ yang dilakukan aparat Dishub yang mengarahkan kenderaan dari luar kota memasuki Jalan Pendidikan, sehingga menimbulkan reaksi spontan dari warga.

Tak berapa lama, sejumlah aparat Polantas dipimpin Kasat Lantas Polres AKP Muri Yasnal, turun ke lapangan untuk menyerap aksi spontan masyarakat. Kasat Lantas kemudian berdialog dengan masyarakat. Terlihat juga, Kadis Perhubungan Safrin Effendi Harahap, SH didampingi Kabid Perhubungan Darat, Yusdi SH.

Kabid Perhubungan Darat Yusdi SH mengatakan, sosialisasi jalur satu arah di Jalan KF Tandean merupakan kesepakatan Forum Lalu Lintas Kota Tebingtinggi yang didalamnya ada DPRD, Pemko Tebingtinggi dan perwakilan masyarakat.

“Kesepakatan itu kita lakukan pada Oktober 2014 lalu, jadi sekarang pelaksanaannya,” terang Yusdi. Diakuinya, saat ini masih tahap sosialisasi belum pemberlakuan, karena butuh Perda untuk itu.

Sebelumnya, masyarakat telah mengirimkan surat kepada Ketua DPRD Kota Tebingtinggi soal penolakan mereka terhadap jalur satu arah. Namun, surat itu tak ada tanggapan karena DPRD melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, sehingga mereka melakukan aksi menutup jalan.

Dalam surat tertanggal 27 Januari 2015, masyarakat mengatakan dengan pemberlakukan jalur asatu arah, maka usaha mereka akan kekurangan konsumen. Selain itu, warga yang akan memasuki inti kota akan bertambah biaya, karena harus jalan memutar.

Masyarakat menuding sumber kemacatan di Jalan KF Tandean akibat keberadaan sekolah ‘Kharisma’ akibat proses antar jeput siswa sekolah yang umumnya menggunakan kenderaan bermotor, sehingga menutup sebagian jalan.

Setelah melakukan negosiasi antara Kasat Lantas Polres dan masyarakat, disepakati jalan dibuka kembali. Namun, masyarakat meminta sebelum ada kejelasan sosialisasi dihentikan dan arus tetap berlangsung dua arah. Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih berkumpul dan berjaga-jaga terhadap arus lalu lintas. (Wan)

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>