Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Warga Keluhkan Pengamen Jalanan di Taman Lapang Karang Pawitan

Warga Keluhkan Pengamen Jalanan di Taman Lapang Karang Pawitan

Ilustrasi: Pengamen
Ilustrasi: Pengamen

KARAWANG,sidaknews.com – Sejumlah warga pengunjung Taman Lapangan Karang Pawitan (Kape) di Jl Bay Pass/Ahmad Yani Kecamatan Karawang Barat mengeluhkan maraknya pengamen dan anak jalanan di tempat favorit untuk bersantai warga Karawang tersebut.

Pasalnya warga menjadi tidak nyaman saat menghabiskan waktu malamnya untuk bersantai di sekitar Lapang Karang Pawitan. Salah seorang warga Winda Nuraida (27) mengatakan bahwa pengamen, pengemis dan anjal memang membuat tidak nyaman warga yang sedang ingin menghabiskan waktunya untuk bersantai.

“Tiba-tiba ada pengemis datang, setelah itu pengamen. Kita sebagai pengunjung menjadi tidak nyaman untuk bisa bersantai di taman,” tutur Winda saat secara tidak sengaja berbincang di sebuah warung kopi karang Pawitan Selasa (19/8) malam.

Menurutnya, pengemis dan pengamen tidak hanya sekali saja. Tetapi datang silih berganti. Kondisi tersebut tidak membuat nyaman warga yang sekedar ingin makan ataupun menikmati jajanan di sekitar Lapangan Karang Pawitan. “Pengamen dan pengemis seperti bergerombolan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Bentar (29) warga Teluk Jambe Karawang. Ia yang bekerja di salah satu perusahaan asuransi di Karawang ini sering mengunjungi Lapang Karang Pawitan saat malam hari. Namun ia merasa terganggu dengan banyaknya pengamen berpakaian kusam, rambut pirang, dan tak jarang menggunakan acessories kalung dan anting seolah mereka adalah preman setempat. “Ya serba salah, mau ngasih tapi keseringan, gak dikasih saya takut karena biasanya mereka (pengamen) datang secara bergerombol,” kata Bentar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para pengamen dan anjal ini selain marak di Lapangan Karang Pawitan, juga terdapat dibeberapa sudut kota dan lampu merah. Misalnya saja di Lampu merah Jl.baru, Perempatan Johar, dan beberapa tempat lainnya. Kondisi itu bisa lebih parah jika hari mulai menginjak petang. Meraka (pengamen dan anjal) bertambah banyak jika waktu malam hari.

Warga berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial Karawang dan Satpol PP bisa menyelesaikan kondisi tersebut. Misalnya saja ditertiblkan, kemudian diberikan pembinaan dan pelatihan. “Berdayakan mereka di panti sosial, sehingga Kota Karawang bisa terlihat lebih tertib,” kata Bentar.

Namun sayang, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum bisa dikonfirmasi.(ega)

Check Also

Pertahanan Semesta Membangun Kemanunggalan TNI-RAKYAT

Lhokseumawe, sidaknews.com – TNI merupakan alat pertahanan Negara untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *