Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Warga Keluhkan Saluran Irigasi Yang Tak Kunjung Diperbaiki

Warga Keluhkan Saluran Irigasi Yang Tak Kunjung Diperbaiki

Saluran irigasi
Salah satu wilayah saluran irigasi di Kecamatan Peusangan, kabupaten Bireuen. Warga berharap adanya perhatian pemerintah untuk memperbaiki saluran irigasi ini. Foto diambil belum lama ini. Foto: Rizanur AR 

Bireuen, sidaknews.com – Sejumlah petani di enam Gampong dalam Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengeluhkan masalah kerusakan saluran irigasi di kawasan Paya Lipah, yang berada sekitar 150 meter ke arah selatan di belakang SPBU Paya Meuneng. Sampai sekarang, dinilai belum ada reaksi bakal dilakukan perbaikan.

Zulkifli, Geuchiek Gampong Cot Keuranji, yang didampingi sejumlah warga kepada media ini, Rabu (18/2/2015) mengungkapkan, saluran irigasi yang mengairi sawah untuk 6 Gampong, yakni Gampong Paya Lipah, Paya Meuneng, Cot Keuranji, Cot Nga, Cot Panjoe, Gampong Baro dan sebagian Matang Sagoe, rusak akibat diterjang banjir minggu lalu.

“Kejadian yang sama juga pernah terjadi pada pertengahan Desember 2014, dan ini (rusak) yang kedua kali,” katanya.

Menurutnya, masalah kerusakan saluran irigasi, baik kejadian di tahun lalu maupun yang baru-baru ini sudah dilaporkannya ke pihak Dinas Pengairan, Pertambangan dan Energi (PPE) Kabupaten Bireuen dan kepada petugas Ranting Dinas Pengairan Provinsi Aceh, di kawasan Cot Gapu, Bireuen.

“Kami buat laporan telah berulang kali, namun tidak ada juga tanda-tanda akan diperbaiki, makanya kita tangani sendiri dengan dana swadaya masyarakat,” timpal Zulkifli yang turut di amini oleh sejumlah warga di lokasi perbaikan secara darurat saluran irigasi yang jebol tersebut, dengan biaya yang dikutip dari petani Rp.10 ribu per-KK.

Jika harus menunggu penanganan kerusakan oleh Dinas terkait, Zulkifli memastikan para petani di enam Gampong tersebut tidak bisa turun ke sawah pada musim tanam ini.

Ia dan para petani tersebut mengharapkan, pemerintah jangan menutup mata terkait kebutuhan untuk petani, terutama ketersediaan air untuk dialiri ke sawah.

Secara terpisah, Kasie Operasi Pengairan pada Dinas Pengairan Pertambangan dan Energi Kabupaten Bireuen, Jauhari, yang diminta tanggapannya, terkait masalah tersebut, dibenarkannya.

Katanya, setelah laporan kerusakan saluran irigasi dikawasan Paya Lipah, Kecamatan Peusangan diterima dari masyarakat, pihaknya langsung meneruskan laporan ke Dinas Pengairan Provinsi Aceh.

Menurutnya, saluran yang rusak tersebut tidak dapat ditangani oleh Kabupaten (Dinas PPE), karena luas yang diari diatas 3.000 hektar. “Kalau sudah diatas 3.000 hektar, itu kewenangan pemerintah pusat, dan pemerintah Kabupaten hanya berwenang menangani irigasi yang mengairi dibawah 1.000 hektar,” tandas mantan Kepala Ranting Peusangan Dinas PPE Kabupaten Bireuen.(Rizanur AR)

Check Also

img-20170327-wa0020-1-640x427

Peringatan HUT Damkar, Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Lutim, sidaknews.com – Sebagai upaya responsif jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Petugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>