Selasa , 21 November 2017
Home » Berita Foto » Warga minta BKD dan Inspektorat bertindak, Terkait data CPNS diduga dipalsukan

Warga minta BKD dan Inspektorat bertindak, Terkait data CPNS diduga dipalsukan

warga desak Inspektorat dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Purwakarta Sidak ke Maniis.
Warga desak Inspektorat dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Purwakarta Sidak ke Maniis, adanya dugaan pemalsuan data peserta tes calon Pegawai Negeri Sipil Kategori 2 (CPNS K-2) Yang dilakukan oleh Oknum Kepsek SMPN 1 Maniis dan Kepsek SMPN 1 Tegalwaru.

Purwakarta, Sidaknews.com – Adanya dugaan  pemalsuan data peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil Kategori 2 (CPNS K-2) yang dilakukan oleh Oknum Kepala Sekolah SMPN 1 Maniis dan Kepsek SMPN 1 Tegalwaru, warga desak Inspektorat dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Purwakarta Sidak ke Maniis.

Warga Maniis meminta BKD Purwakarta segera menindak dan jangan bersikap dingin menanggapi persoalan ini apalagi bila terbukti, BKD dan Inspektorat segera melakukan investigasi terkait dugaan pemalsuan data ke Kecamatan Maniis, kepada pihak-pihak yang diduga memalsukan data.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, AN salah satu Guru SD Citamiang tidak masuk kategori 2 dan pada pelaksanaan CPNS diikutsertakan dengan status lulus.

“FGJ dan RA diantara Guru SMP pada tahun 2005 masih kuliah di Ciamis, mereka kembali ke Maniis tahun 2010, kenapa bisa punya SK tahun 2005, adanya indikasi permainan dari pihak sekolah bisa saja benar,” jelas Deni Yusup salah satu warga Maniis Jumat (14/2)

Sedangkan yang asli mengajar di SMP Maniis dari 2004, tidak pernah masuk kategori, Padahal, guru tersebut memiliki arsip bukti absen dan daftar 1 pegawai “Silahkan di Cross cek oleh BKD dan Inspektorat, kalau memang terbukti Pecat saja bila ada yang memalsukan. Atau, tindak dengan UU yang berlaku,” tegasnya.

Warga yang lain juga kecewa terkait pernyataan yang dilayangkan oleh pihak BKD Purwakarta, pihak BKD
Tak menanggapi dengan serius, bahkan  Sebelumnya BKD sudah memproses data sebelum CPNS digelar, Jika terdapat kesalahan pihak BKD akan menindak tegas. Salah satunya dengan menstatuskan data menjadi TMK, selebihnya mencabut SK.

“Bila memang benar ada data yang tidak benar, kami tak segan akan memberi sanksi, hanya saja semua keputusan kembali keatasan kami ” jelas  Kabid Pengadaan dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purwakarta, Agus Djamaludin ketika dihubungi

Dilain pihak salah satu warga Maniis Ade Wasito juga selaku peserta CPNS yang tidak lulus menjelaskan, pihak BKD kurang bersikap proaktif, Seharusnya Persoalan seperti ini jelas melanggar UU dan aturan , Pihaknya meminta, BKD, Inspektorat maupun Bupati, turun tangan menyelesaikan persoalan ini walaupun masih dugaan.

“Keterlaluan bila Kepsek berani memalsukan data peserta,  sedangkan yang benar memenuhi kategori tidak lolos dan tidak diikutsertakan, indikasi ada permainan di sini jelas,” tandasnya.

Sebelumnya, diketahui Oknum Kepsek SMP Maniis diduga memalsukan data delapan orang guru honorer di sekolahnya. diketahui guru tersebut lulus dari seleksi CPNS K-2 yang diumumkan belakangan ini,  aneh delapan orang guru honorer tersebut mengajar di SMP Maniis pada Tahun 2010 dan 2011.

“Delapan guru tersebut berstatus honor dari tahun 2005 dan berdasarkan aturan, peserta CPNS K-2 berSK-kan tahun 2005,sedangkan mereka mengajar di Tahun 2010” kata Ade

Diakui Ade dia tahu  betul gelagat dan proses yang ditempuh oleh Oknum Kepsek SMPN Maniis dan dirinya meminta agar permasalahan ini ditindak lanjuti, dan meminta pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purwakarta bertindak tegas, ditambah lagi ke delapan orang tersebut, berasal dari luar Purwakarta diantaranya Ciamis, Cianjur dan masih banyak lagi yang kini pindah menetap di Purwakarta.

“Sanksi harus tegas bila terbukti dikeluarkan atau dicabut Jabatannya  Karena  proses juga diduga tidak benar,”tandasnya (Adi Tarigan)

Check Also

Lima Unit Ruko Ludes Terbakar, Polisi Police Line Lokasi

Lhokseumawe, sidaknews.com – Lima unit bangunan semi permanen ludes terbakar di Jalan Merdeka Timur, Mon …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *