Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Warga Minta DPRD Tutup Caffe Remang-Remang

Warga Minta DPRD Tutup Caffe Remang-Remang

ASPIRASI “Puluhan warga masyarakat dari Kelurahan Lubuk Baru dan Kelurahan Bulian menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD untuk meminta kafe remang-remang supaya ditutup karena mengganggu ketertiban warga”.
ASPIRASI “Puluhan warga masyarakat dari Kelurahan Lubuk Baru dan Kelurahan Bulian menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD untuk meminta kafe remang-remang supaya ditutup karena mengganggu ketertiban warga”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Sekitar 20 puluh orang perwakilan warga yang berasal dari 2 kelurahan yakni Kelurahan Lubuk Baru Kecamatan Padang Hulu dan Kelurahan Bulian Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi meminta Caffe remang-remang di Jalan AMD supaya segera ditutup, karena mengganggu ketertiban warga saat menjalankan ibadah.

Masyarakat di 2 kelurahan tersebut langsung mendatangi Kantor DPRD di Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (17/11) untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Alasan Caffe remang-remang tersebut harus ditutup karena warga sangat terganggu dengan suara musik keras dan banyaknya wanita-wanita berpakaian seksi sering mangkal di sepanjang jalan AMD.

Zainal (46) warga Lingkungan VI Kelurahan Bulian Kota Tebingtinggi meminta kepada anggota dewan untuk menutup kafe remang-remang tersebut, karena kafe itu sangat mengganggu aktivitas warga karena sering terjadi perkelahian di Caffe dan warung tuak. Bukan itu saja, kafe tersebut juga terindikasi menyediakan wanita-wanita pekerja seks komersial. “Masyarakat menduga bahwa kafe tersebut dijadikan lokasi prostitusi dengan tersedianya cewek-cewek seksi,” terang Zainal.

Bukan itu saja, lanjut Zainal, para anak-anak yang sedang belajar malam juga sering terganggu dengan dentuman suara musik keras dari kafe tersebut hingga larut malam, bahkan terdengar hingga pagi hari. “Bagaimana anak-anak kami bisa belajar dengan tenang kalau suara musik keras begitu. Kami di dua kelurahan ini meminta kepada anggota dewan untuk menutup kafe remang-remang tersebut sebelum masyarakat bertindak sendiri,” tandasnya.

Dengan mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian, puluhan masyarakat itu diterima oleh Ketua DPRD Tebingtinggi Muhammad Yuridho Chap bersama anggota dewan lainnya. Dikatakannya, pihak DPRD akan memanggil aparat terkait yang menjalankan penertiban peraturan daerah seperi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Camat dan Lurah untuk mendengarkan jawaban mereka. “Masyarakat jangan bertindak anarkis, kita akan panggil camat, lurah dan petugas Satpol PP,” tegas Yuridho. (Hans)

Check Also

Ribuan Pelajar Langsa Ikut Pawai Ta’Aruf

Langsa, sidaknews.com – Menyambut Bulan suci Ramadhan, ribuan pelajar Kota Langsa dari berbagai sekolah mulai tingkat SD, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *