Home » Berita Foto » Warga Pematang Lumut Tanjab Barat Datangi Kantor Bupati

Warga Pematang Lumut Tanjab Barat Datangi Kantor Bupati

-Terkait dengan keberadaan sumur Produksi Migas dengan kemungkiman warga.

Warga Pematang Lumut Tanjab Barat Datangi Kantor Bupati
Warga Pematang Lumut Tanjab Barat Datangi Kantor Bupati.

Tanjab Barat,Sidaknew.com – Warga Desan Pematang Lumut Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, kamis (19/6) mendatangi Kantor Bupati Tanjab Barat untuk mengadukan nasib mereka terkait keberadaan sumur produksi migas yang dekat pemukiman warga yang berdampak negatif terhadap warga desa Pematang Lumut. karena sampai hari ini tidak ada realisasi pembebasan lahan untuk warga.

Salah satu yang mewakili warga “Johan”,mengatakan kepada media ini kamis(19/6), mengatakan selama ini karena sumur bor migas dan lokasi pabrik berada dekat dengan pemukiman warga. Kami selaku warga yang berdomisili di Desa ini merasa sangat terganggu. Bahkan menurutnya aktifitas pengeboran minyak berdampak negatif, terlebih saat ada kebocoran gas di lima titik yang terjadi pada tangga 5 April lalu. “Kebecoran gas yang mendadak itu membuat kami sangat was-was,” Ujarnya.

Masih menurut sumber, bangunan rumah saya sendiri dan toko material saya saat ini retak-retak akibat pengeboran migas, masyarakat banyak yang sakit sesak napas karena radiasi gas, sampai sekarang belum sembuh.

Kedatangan warga disambut oleh Pemkab dalam bentuk rapat koordinasi di ruang pertemuan Sekda. Syafriwan SE dan Kadis ESDM Yonheri yang mewakili dari Pemkab dalam rapat coba mencarikan solusi karena pihak perwakilan dari perusahaan dan warga sempat terjadi perdebatan dan adu argumen pendapat.

Dikarenakan Pihak perusahaan mengatakan bahwa jarak batas sumur dengan pemukiman 50 meter, ini mengacu Pada TAP MPR 1930 pasal 22 poin kedua. Sementara itu, perwakilan warga menyampaikan, berdasarkan rancangan Dirjen Migas, sumur produksi tidak boleh di bangun di tempat umum dengan jarak aman minimal 250 meter. Ini mengacu pada UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi mengenai infrastruktur dan tekhnologi Migas.

Pihak Pemkab melalui Kadis ESDM, Yon Heri mencoba menengahi. Terkait permasalahan peraturan yang dipegang oleh perusahaan dan warga ini perlu dicari solusinya, sehingga terdapat kepastian hukum yang jelas.
Dari keterangan warga kepada wartawan Sidak News, Jarak sumur bor dengan pemukiman warga hanya 190 meter, padahal kalau menurut aturan yang ditetapkan seharusnya berjarak 250 meter.(Andi)

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>