Jumat , 9 Desember 2016
Sidak Utama
Anda Bearada Pada: Beranda » Berita Foto » Warga Prasejahtera Dilatih Membuat Keset Kaki

Warga Prasejahtera Dilatih Membuat Keset Kaki

Keterangan gambar : SEMATKAN “Staf Ahli Walikota Tebingtinggi Bidang Ekonomi H Ismail Budiman SH didampingi Kadis Sosnaker H Syaiful Fahri SP MSI menyematkan tanda peserta dimulainya pelatihan membuat keset kaki bagi warga kurang mampu di kota itu”.

Keterangan gambar :
SEMATKAN “Staf Ahli Walikota Tebingtinggi Bidang Ekonomi H Ismail Budiman SH didampingi Kadis Sosnaker H Syaiful Fahri SP MSI menyematkan tanda peserta dimulainya pelatihan membuat keset kaki bagi warga kurang mampu di kota itu”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Sebanyak 50 orang warga prasejahtera yang masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dilatih membuat kerajinan keset kaki oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disnaker), Selasa (3/3) di Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi.

Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasiuan MM diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Ismail Budiman SH berharap, pelatihan membuat keset kaki bagi warga kurang mampu itu bisa membantu dalam peningkatan ekonomi keluarga.

Dia berharap Ilmu yang didapat nantinya bisa diterapkan di rumah masing-masing. “Para peserta pelatihan hendaknya bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik. Apa yang menjadi arahan instruktur haruslah dipahami agar bisa dipraktekkan”, harapnya.

Menurut walikota, pengolahan barang bekas dari perca kain ini merupakan limbah sampah dari para pengusaha-pengusaha konveksi dan biasanya langsung dibakar kalau tidak dipergunakan lagi. “Tetapi dengan olahan tangan terampil, sampah kain ini bisa mendatangkan rezeki tambahan,” ujar Ismail.

Sementara itu, Kadis Sosnaker H Syaiful Fahri SP MSi mengatakan, pelatihan selama 10 hari terhitung tanggal 3 hingga 13 Maret ini melibatkan peran serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se Kota Tebingtinggi dalam hal pendataan peserta pelatihan. “Sebanyak 50 orang peserta PMKS ini dilatih membuat keset kaki melalui jahit tangan. Pelatihan terhitung mulai tanggal 3-13 Maret 2015,” jelasnya.

Menurut dia, kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah bahan bekas dari perca kain. “Nantinya hasil produk dari masyarakat yang terbaik akan di tampilkan dalam pameran di Kota Medan. Peserta diharapkan terus hadir mengikuti pelaksanaan pelatihan karena ini gratis serta tidak dipungut biaya apapun”, katanya.

Salah Seorang peserta, Sri Widianti (25) dari Kelurahan Rantau Laban mengaku bersyukur bisa menjadi salah satu peserta pelatihan membuat keset kaki, karena hasilnya nanti bisa menambah perekonomian keluarga. (Hans)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai (bintang) *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Scroll To Top