Home » Berita Foto » Warga Protes Pungutan Pembuatan Kotak Drainase

Warga Protes Pungutan Pembuatan Kotak Drainase

Keterangan foto: Salinan surat dari ketua RW XII kelurahan Tanjung Ayun Sakti kepada warga untuk pembiayaan pembuatan kotak kontrol drainase. (Foto:Rindu Sianipar).
Keterangan foto: Salinan surat dari ketua RW XII kelurahan Tanjung Ayun Sakti kepada warga untuk pembiayaan pembuatan kotak kontrol drainase. (Foto:Rindu Sianipar).

Tanjungpinang,sidaknews.com – Sejumlah pemilik/penyewa/pengusaha Rumah Toko (ruko) di sepanjang jalan Raja Aji Fisabilillah RT 004/RW XII Kelurahan Tanjung Ayun Sakti Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang mengeluhkan pungutan yang diajukan pemerintah melalui perangkat RW setempat.

Pungutan yang dibebankan pada pemilik/penyewa sebesar Rp 650 ribu tersebut sedianya akan dipergunakan untuk biaya penyelesaian pembangunan kotak (box) kontrol drainase yang terpasang di depan setiap ruko di wilayah tersebut.

“Masa pungutan itu dibebankan ke kita. Kita bukan tak mau bayar, tapi kan harus jelas dulu,” ujar salah satu pemilik ruko, Edward Arfa mengeluh kepada sejumlah wartawan, Kamis (27/11).

Pengacara ternama di Tanjungpinang ini juga mengutarakan, jika sebelumnya ia belum pernah diundang rapat untuk membicarakan pungutan tersebut hingga surat pemberitahuan dan tagihan dilayangkan ke kantornya.

“Kok tiba-tiba sudah ada surat tagihan-nya ke kantor saya. Inikan aneh. Saya sendiri tidak pernah diundang rapat oleh RW maupun RT, ngak tahu warga yang lainnya” ujar mantan Ketua PN Tanjungpinang ini.

Dalam surat tagihan dari RW dengan Nomor 084/RW XII-TAS/XI/2014 tersebut, juga ditandatangani RT setempat Komalawaty. Ketua RW XII Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Ali Amran,RB.

Selain itu juga turut mengetahui dan membubuhkan tanda tangannya, Lurah Tanjung Ayun Sakti, Sri Julianti Novita SH dan Camat Bukit Bestari Tanjungpinang, Riwayat S.Sos.

Isi surat tersebut juga menjelaskan jika tanggal 10 November 2014 lalu telah ada kesepakatan tentang pembiayaan dan pengadaan material serta upah pekerja drainase baik yang bersama yang dilandasi kebersamaan dengan cara tanggung renteng.

Biaya tersebut juga setelah mendapat masukan dari pengusaha yang mengerjakan pembuatan besi plat box drainase, dimana saat ini pekerja tengah membuat besi plat penutup box drainase.

“pengusaha pembuat besi plat box tersebut minta uang muka atau (panjar) setelah dihitung dengan cepat dan seksama nilainya Rp650 ribu” demikian isi yang tertuang dalam surat dari RW tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, Camat Bukit bestari,Riwajat belum berhasil dikonfirmasi terkait pungutan tersebut. SMS yang dikirimkan salah satu wartawan melalui ponselnya belum mendapat jawaban.(Rindu Sianipar)

Check Also

Nasaruddin menyerahkan Buku Nikah pengantin baru.

Nasaruddin Didaulat Beri Khutbah Nikah Sepasang Pengantin Baru

Takengon, sidaknews.com – Betapa bahagianya sepasang pengantin baru bila prosesi ritual nikahnya dihadiri oleh tokoh …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>