Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Warga Purwakarta Masih Belum Mengenal BPJS

Warga Purwakarta Masih Belum Mengenal BPJS

Hal itu diduga terjadi akibat sosialisasi yang dilakukan di Purwakarta sangat minim sehingga masih ada warga yang kebingungan dengan layanan program ini.
Program BPJS.kurangnya sosialisasi  kepada Masyarakat  sehingga masih ada warga yang kebingungan dengan layanan program ini.

Purwakarta.Sidaknews.com – Meski sudah dibuka sejak 1 Januari 2014 lalu, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diberlakukan, namun masih banyak masyarakat yang belum paham program tersebut.

Hal itu diduga terjadi akibat sosialisasi yang dilakukan di Purwakarta sangat minim sehingga masih ada warga yang kebingungan dengan layanan program ini.

Salah satunya, Aminah (52) Ibu paruh baya yang biasa datang berobat ke salah satu rumah sakit di Purwakarta itu mengaku bingung saat ditanya jaminan apanya oleh pihak rumah sakit.

“Dulu saya pengguna Jamkesmas tapi sekarang sangat kebingungan cara ngurusnya belum ngerti katanya berubah menjadi BPJS tapi ngurus sendiri ke BPJS gimana saya bener-bener nggak ngerti,” ungkap Aminah (52) saat berbincang di area Kantor Kecamatan Purwakarta.

Dia mengaku bingung ketika dirinya atau kedua anaknya sakit, langkah apa yang mesti diambil ketika Jamkesmas diganti dengan BPJS. “Kalau Jamkesmasnya masih berlaku tidak dengan adanya BPJS?” ujarnya penuh tanya.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Purwakarta sangat sulit dipintai keterangan oleh wartawan terkait keberadaan BPJS. Ia selalu menolak untuk diwawancara ketika ada wartawan yang hendak mewawancarai dan mencoba mengkonfirmasi perihal BPJS yang ternyata masih belum dikenal oleh masyarakat Purwakarta. “Saya lagi sibuk, nanti aja kalau ada waktu, nanti aja saya banyak tamu dari perusahaan,” cetus Kepala BPJS Kesehatan (Askes) Purwakarta Ahmad Yana.

Sementara itu ditemui terpisah Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Purwakarta drg.Yunia menampik jika sosialisasi BPJS kurang maksimal. Menurutnya, sosialisasi ke masyarakat sudah dilakukan dengan sesuai, jauh hari sebelum program tersebut diluncurkan ke masyarakat. “Sosialisasi sebenarnya sudah kita lakukan via kecamatan saat menggelar minggon dimana para kepala desa hadir saat rapat minggon tersebut,” ujar Yunia.

Namun ia sendiri mengakui, ikhwal peralihan dari jaminan kesehatan baik Askes, Jamsostek dan lainnya masih banyak mengalami kendala. Pasalnya peserta BPJS hampir mencakup semua pemegang jaminan kesehatan sehingga bisa belum berjalan efektif.

“Yang mendapatkan Jamkesmas,Askes sementara tetap masih bisa dipakai. Tapi untuk peralihan jaminan kesehatan lainnya ke BPJS kesehatan ini memang harus pelan-pelan,” katanya.

Sebagai leading sector program tersebut, Yunia mengaku, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Askes. Perihal masih banyaknya warga Purwakarta yang belum mengetahui tentang BPJS, Yunia lebih menuduh menyalahkan para kepala desa.

Karena menurutnya pihak Dinas Kesehatan Purwakarta sudah bekerja maksimal. “Kalau masih banyak yang tidak tahu, mungkin itu kendalanya di pihak desa,” cetusnya (ega nugraha)

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

One comment

  1. yaya darya wijaya

    Sya peserta bpjs

    ,saat anak saya mau d rawat d rumah sakit asri
    Purwakarta pihak rumah sakit bilang sudahhabis kuota untuk peserta bpjs tpi kalau untuk umum bisa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>