Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Warga Tebingtinggi Dihimbau Waspadai Buah Apel Berbakteri

Warga Tebingtinggi Dihimbau Waspadai Buah Apel Berbakteri

Keterangan gambar : APEL BERBAKTERI “Apel jenis Grannny Smith yang diimpor dari Amerika Serikat terlihat masih dipajang di lapak pedagang buah di Kota Tebingtinggi, padahal apel bewarna hijau tersebut merupakan salah satu jenis apel yang diduga tercemar bakteri listeria dan berbahaya bagi kesehatan”.
Keterangan gambar :
APEL BERBAKTERI “Apel jenis Grannny Smith yang diimpor dari Amerika Serikat terlihat masih dipajang di lapak pedagang buah di Kota Tebingtinggi, padahal apel bewarna hijau tersebut merupakan salah satu jenis apel yang diduga tercemar bakteri listeria dan berbahaya bagi kesehatan”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) setempat menghimbau masyarakat khususnya di Kota Tebingtinggi agar tidak mengkonsumsi apel berbakteri merek Granny Smith dan Gala produksi Bidart Bros, Bakersfield, California, Amerika Serikat.

“Meski belum ada himbauan larangan maupun edaran resmi dari provinsi ke daerah, tapi dengan adanya pemberitaan maupun informasi dari media, kami merasa perlu untuk merespon dan menghimbau masyarakat agar waspada dengan tidak mengkonsumsinya dan kepada para pedagang buah agar tidak menjualnya di pasar-pasar”

Demikian kata Kadis Kouperindag Tebingtinggi H Muhammad Yunus Matondang didampingi Kabid Perdagangan Fachry, Jumat (30/1) dikantornya Jalan Gunung Leuser Tebingtinggi.

Menurut Yunus, dengan adanya larangan dari pemerintah, sebaiknya masyarakat menghindari bakteri yang terkandung pada buah apel impor yang membahayakan kesehatan tersebut. “Kepada para pedagang saya imbau untuk tidak menjual apel yang dilarang tersebut, lebih baik menggunakan buah lokal, karena lebih baik dan terjamin untuk kesehatan”, imbuhnya.

Selain itu, pihak Dinas Kouperindag Tebingtinggi juga akan mengeluarkan surat edaran maupun pemberitahuan di media radio berupa himbauan kepada para pedagang buah agar tidak menjual dan memajang apel berbakteri dilokasi dagangan mereka, dan menghimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi buah yang bisa membahayakan kesehatan tersebut.

“Himbauan secara persuasive (pendekatan) agar tidak mematikan usaha pedagang buah, dan kepada masyarakat dihimbau supaya berhati-hati dan teliti sebelum membeli buah berbahaya itu”, jelasnya.

Sementara terpantau, para pedagang buah di kota itu hingga kini masih menjual apel impor asal Bakersfield, California, Amerika Serikat yang diduga tercemar bakteri listeria. Para pedagang mengaku belum ada sosialisasi yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tebingtinggi terkait adanya apel impor yang diduga tercemar bakteri listeria tersebut.

Seperti di Pasar Gambir Tebingtinggi misalnya, apel jenis Grannny Smith yang diimpor dari Amerika Serikat masih terlihat dipajang di lapak pedagang buah, padahal apel bewarna hijau tersebut merupakan salah satu jenis apel yang diduga tercemar bakteri listeria dan berbahaya bagi kesehatan.

Merebaknya isu buah apel impor yang tercemar bakteri listeria juga terpantau belum mempengaruhi penjualan buah apel di kota Tebingtinggi. Menurut para pedagang, penjualan buah apel impor masih tetap stabil seperti hari-hari sebelum merebaknya isu bakteri listeria.

“Kami tidak mengetahui larangan menjual apel impor yang diduga tercemar bakteri listeria itu, sebab hingga kini belum ada sosialisasi dari dinas terkait”, ujar Karolina, salah seorang pedagang buah di kawasan Pasar Gambir Tebingtinggi. (Wan)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *