Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Wasdal Cipta Karya, Pelaksana dianggap lalai tak indahkan Instruksi

Wasdal Cipta Karya, Pelaksana dianggap lalai tak indahkan Instruksi

Kabid Wasdal Dinas Cipta Karya H.Syihabudin ketika ditemui diruang Kerjanya Jumat (7/2) Dok.Sidaknews.com
Kabid Wasdal Dinas Cipta Karya H.Syihabudin ketika ditemui diruang Kerjanya Jumat (7/2) Dok.Sidaknews.com

Purwakarta,Sidaknews.com – Rubuhnya Plafon salah satu Ruang Kelas Baru (RKB) yang baru seumur satu tahun di SMKN 1 Purwakarta beberapa waktu yang lalu sebagian kalangan menganggap bahwa kejadian ini merupakan kesalahan Pelaksana yang diduga tidak mematuhi RAB dan Bidang Wasdal Dinas Cipta Karya lemah dalam pengawasan.

Hal ini dibantah oleh Kabid Wasdal Dinas Cipta Karya H.Syihabudin ketika ditemui diruang Kerjanya Jumat (7/2), dirinya mengakui bahwa Wasdal telah bekerja maksimal untuk mengawasi Pembangunan tersebut namun bila ada rubuhnya ruang kelas tersebut itu diluar keinginan kita semua.

“Ditahun 2012 sekitar akhir tahun dengan anggaran Rp 750 Juta melalui Tender yang dimenangkan CV Bisnis Mandiri yakni H.Aming dengan membangun 6 Ruang Kelas selesai di 2013 dan telah selesai dilaksnakan, namun sekitar akhir tahun 2013 terjadi robohnya Plafon RKB tersebut, untung tidak ada korban dari siswa karena pihak sekolah telah melihat gejala kerusakan dan meminta siswa tidak mengisi Ruangan belajar tersebut”ujarnya

“Pihaknya terus mengawasi Pembangunan tersebut hingga selesai dan Memang RKB tersebut masih dalam tahap pemeliharaan 6 bulan pertama oleh Pelaksana dan tercantum didalam Kontrak”

“Kemungkinan adanya kebocoran genteng yang berimbas kepada Gypsum yang mengakibatkan kekuatan untuk menahan tak bisa lagi, selain itu juga faktor dari kekuatan besi Holo sendiri kurang, adanya Retak rambut disepanjang pinggir tembok bagian atas juga bisa menjadi masalah, dan ini bisa saja karena pondasi namun diakui pondasi juga baik”paparnya.

Diakui bahwa Pihaknya telah diberitahukan sebelumnya oleh Pihak sekolah bahwa ada gejala kerusakan di RKB tersebut dan Pihak Wasdal telah menyampaikan kepada Pihak Pelaksana agar diperbaiki namun Pelaksana sepertinya cuek dan akhirnya terjadi rubuhnya salah satu ruangan tersebut.

Salah satu Ruang kelas yang Plaponnya rusah
Salah satu Ruang kelas yang Plaponnya rusah akibat imbas dari bocornya genteng.

“Pihaknya setelah menerima laporan segera menindaklanjuti kepihak pelaksana, namun sayang pihak pelaksana sendiri mengabaikan laporan tersebut dan tidak ditindaklanjuti” dan masa pemeliharaan adalah tanggungjawab pihak pelaksana atau kontraktor. tegasnya.

Sementara menurut pihak SMKN 1 menerangkan kejadian rubuhnya plafon tersebut bukan dikarenakan imbas bocornya genteng yang mengakibatkan air hujan mengenai gipsum sehingga mengakibatkan rubuh.

“Tidak mungkin karena kebocoran, karena waktu itu tidak musim hujan kedua gentengnya kan aluminium, bagaimana mungkin bila hanya gipsum yang bermasalah terkena air tapi seluruh besi holo ikut rubuh juga” tegasnya.

Walaupun RKB yang rubuh tersebut telah diperbaiki namun masih saja menyisakan trauma bagi pihak sekolah dan siswa, karena khawatir rubuhnya ruang belajar bisa terjadi sewaktu-waktu dan dapat mengakibatkan korban. (ADI TRG)

Check Also

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Desak Gubernur dan DPRA Selamatkan UUPA

Banda Aceh, sidaknews.com – Pasca pengesahan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *