Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Yaser Arafat Pemilik Ganja 677,6 gram Dituntut 5 tahun Penjara

Yaser Arafat Pemilik Ganja 677,6 gram Dituntut 5 tahun Penjara

Yaser Arafat Oknum Basarnas dituntun 5 tahun Penjara
Yaser Arafat (pakai peci) Oknum Basarnas dituntun 5 tahun Penjara.

Tanjungpinang,sidaknews.com – Yaser Arafat (38), menangis saat  membacakan nota pembelaannya bahwa ia terlibat dalam proses jual beli daun ganja kering. Meskipun demikian, majelis hakim tetap menjatuhkan hukuman kepada Yaser selama lima tahun penjara. Sidang putusan ini digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (17/6). Sebelum membacakan putusan, Yaser dipersilahkan membacakan pembelaannya oleh majelis hakim.

Secarik kertas dikeluarkan Yaser dari balik saku celananya. Ia mulai membacakan isi surat itu dengan tangan bergetar. Semakin lama ia membacakan, kertas putih itu dibanjiri air matanya.

“Saya mengaku perbuatan itu salah. Saya hanya tak mau barang haram itu berada di rumah,” ujarnya.Sebenarnya, satu kilogram daun ganja kering itu milik Yusuf, temannya. Saat ini, Yusuf sudah mendekam di Rumah Tahanan Negara Baloi, Batam. Agar ganja itu tak lagi berada di rumahnya di Tanjungpinang, Yaser meminta rekannya, sesama pegawai Basarnas Batam, Sahit untuk menjualnya.

“Ketika itu, saya lagi cuti dan berada di Surabaya. Kronologi yang diceritakan Sahit bahwa saya bersamanya menjual ganja itu tidak benar,” ungkapnya.

Saat Sahid ditangkap, Yaser datang atas kesadaran sendiri ke Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri untuk mempertanggungjawabkan kepemilikan satu kilogram daun ganja itu. “Narkoba itu tak pernah mengalir di dalam darah saya. Tak hanya itu, saya juga tak pernah bersengkongkol dalam kasus ini,” ucapnya.

Usai mendengarkan pledoi terdakwa, Ketua Majelis Hakim membacakan amar putusan. Berdasarkan fakta selama persidangan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbuksi bersalah. Unsur-unsur pasal yang terpenuhi yaitu pasal 114, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Pasal tersebut mengenai jual beli narkotika golongan I.

Sebelum menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, majelis hakim perlu mempertimbangkan beberapa hal. Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, masih muda, dan menyerahkan diri.

“Kami memvonis terdakwa selama lima tahun penjara,” ujarnya.
Terdakwa juga didenda sebesar Rp 1 miliar. Bila uang denda tak sanggup dibayar, maka terdakwa dihukum tiga bulan kurungan. Atas putusan itu, Yaser pun terdiam. Ia tak dapat berkata-kata lagi.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum Zaldi Akri mengatakan, tuntutan yang diajukan sebelumnya kepada terdakwa yaitu selama delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan. “Terdakwa masih pikir-pikir,” imbuhnya.

Dalam dakwaan JPU, Yaser merupakan PNS di Basarnas, Sekupang, Kota Batam. Yaser dan rekannya kejanya, Sahit, ditangkap BNNP Kepri pada 26 September 2013 lalu, sekitar pukul 11.00.

Kasus ini berawal saat Yaser berbincang-bincang dengan Sahit di Mes Basarnas. Yaser meminta Sahit menjual daun ganja kering sekitar satu kilogram yang disimpan di rumah abangnya di Dokabu, Tanjungpinang.

Kemudian, Sahit menghubungi Sehan yang berada di Tanjungpinang. Sahit meminta tolong dicarikan orang yang mau membeli daun ganja kering sekitar satu kilogram dengan harga Rp 3,5 juta.

Sehan mencoba menawarkan daun ganja tersebut kepada Novi Ariyanti, anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungpinang. Novi setuju membelinya.
Namun, uang Novi saat itu hanya ada Rp 2 juta. Novi berjanji akan membayar kekurangan Rp 1,5 juta tiga minggu ke depan.

Sehan menyampaikan permintaan Novi itu kepada Sahit melalui telepon. Sahit menyetujui permintaan Novi.Sahit menyampaikan kepada Yaser bahwa ada orang yang mau membeli daun ganja tersebut. Permintaan itu disanggupi dan berjanji bertemu di Batu 5.

Pada 28 September sekitar pukul 12.30, Yaser bersama Sahit ke Tanjungpinang menuju ke rumah abangna di Dokabu untuk mengambil daun ganja tersebut. Yaser bersama Sahit mengendarai mobil Toyota B 1321 POK. Yaser menghentikan laju kendaraan di depan Swalayan Kurnia. Sahit turun dari mobil menemui Novi.

Sedangkan Yaser menunggu di dalam mobil. Karena terlalu lama, Yaser pulang ke rumah abangnya. Sahit memberikan daun ganja itu kepada Novi. Uang Rp 2 juta diterima Sahit. Transaksi narkoa itu terjadi di dalam mobil Novi. Sahit lalu menuju ke rumah abang Yaser. Uang hasil penjualan narkoba diserahkan ke Yaser.

Keduanya langsung pulang ke Batam. Sahit ditangkap anggota BNNP berdasarkan hasil pengembangan dari kasus Novi dan Sehan yang ditangkap di kawasan Meja Tujuh, Jalan Soekarno-Hatta. Yaser menyerahkan diri kepada petugas BNNP Kepri. Berat ganja yang disita sekitar 677,6 gram.(Sn)

Check Also

Indonesia Perlu Belajar Toleransi Dari Keberagaman di Sipirok

Sipirok, sidaknews.com – Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *