Home » Berita Foto » Yusrizal dan Syafrizal “Legowo” Jalani Proses Hukum

Yusrizal dan Syafrizal “Legowo” Jalani Proses Hukum

-Kasus Korupsi Pembebasan Lahan USB Tanjungpinang

yus
Yusrizal dan Syafrizal saat berada di dalam mobil yang akan membawa mereka ke Rutan, Kamis (22/1) di halaman Kejari Tanjungpinang. Foto: Rindu Sianipar 

Tanjungpinang, sidaknews.com – Yusrizal dan Sayfrizal yang menjadi tersangka tambahan dalam kasus korupsi proyek pengadaan lahan Unit Sekolah Baru (USB) Tanjungpinang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kamis (22/1).

Pantauan di lapangan saat proses pelimpahan tahap II atas barang bukti dan kedua tersangka, terlihat kedua tersangka bersama penyidik Polres Tanjungpinang mendatangi kantor Kejari Tanjungpinang, sekitar pukul 10.00 Wib.

Yusrizal yang merupakan mantan Kasi Pendaftaran Tanah di BPN Tanjungpinang, dan Syafrizal mantan Plt Camat Tanjungpinang Timur ini menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan.

Mereka diperiksa sekitar dua jam, sekitar pukul 12.00 Wib, kedua tersangka langsung diboyong ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang. Kepada awak media, kedua tersangka tidak berkomentar banyak, mereka hanya terlihat  “legowo” atau pasrah saja dalam menjalani proses hukum.

“Tak bisa komen dulu saya. Kita tunggu ajalah proses hukum macam mana lanjutannya,” ujar Syafrizal yang terlihat pasrah kepada sejumlah awak media.

Ketika keluar dari ruangan pemeriksaan, Syafrizal terlihat hanya pasrah dan hanya bisa tertunduk lemas terkait dengan proses hukum yang menimpa dirinya dan rekannya Yusrizal.

Sementara, sikap yang sama juga ditujukan Yusrizal, ia juga terlihat pasrah dan tidak mau berkomentar banyak dengan proses hukum yang dia jalanin. “Nanti ya, pengadilan yang jawab,” ujar pejabat yang kini bekerja sebagai Kepala Kantor BPN Bengkalis, Riau tersebut.

Sementara itu, Kepala Kejari Tanjungpinang, Herry Ahmad Pribadi mengatakan, keterlibatan dari dua tersangka itu tertera dari berita acara pemeriksaan penyidik yang menunjukan adanya perbuatan menguntungkan orang lain.

Herry menjelaskan keduanya dapat dibuktikan menjadi penyebab kerugian negara yang dalam hal ini juga melibatkan Dedi Chandra selaku terpidana yang mendapatkan vonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Serta uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp 1,2 miliar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Selasa (6/1) lalu.

“Dalam hal ini kita nilai jika peran terdakwa menguntungkan orang lain. Itulah yang membuat adanya kerugian negara dalam kasus tersebut. Hal ini juga telah diakui secara lisan tadi, setelah saya langsung melakukan wawancara kepada yang bersangkutan. Kedua tersangka ini merasa melakukan kelalaian dalam melakukan tugasnya,” papar Herry.

Saat ditanyakan secara mendalam, terkait kelalaian yang dilakukan oleh kedua terdakwa, Herry menjelaskan bahwa dari pengakuan Yusrizal dan Syafrizal selaku anggota penilai dan pembebasan tanah USB 2009 turut menandatangani berita acara penafsiran lahan.

Menurut Herry, dari fakta persidangan dan pemeriksaan yang ada, kedua tersangka tidak turut menikmati hasil uang kerugian negara yang ada pada Dedi Chandra.

“Dimana penafsiran harga ini sudah di mark up sebelumnya. Jadi keterkaitan mereka ini karena menandatangani penetapan harga yang sudah di mark up.

Sehingga negara dirugikan. Inilah yang menjadi fokus dari kami sehingga kedua tersangka ini diserahkan sebagai tersangka dari kasus korupsi ini. Hasil dari pada korupsi yang ada ini memang dinikmati Dedi Chandra ya, meski keduanya tidak menikmati.

Tapi keduanya memberikan kontribusilah hingga terjadinya kerugian negara. Kita lihat saja nanti pembuktian dan fakta-fakta di persidangan lah,” terang Herry. (Rindu Sianipar)

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>