Jumat , 22 Maret 2019
Home » Daerah » Babel » 136 Siswa SDN I Koba Kunjungi LPKA Kelas II Pangkalpinang

136 Siswa SDN I Koba Kunjungi LPKA Kelas II Pangkalpinang

Pangkalpinang, sidaknews.com – Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang didatangi anak sekolah tingkat SD Negeri 1 Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) tersebut. Hal ini terpancar dari semangat dan wajah penuh ceria mereka yang kedatangan tamu spesial dari Sekolah Dasar Negeri 1 Koba Kabupaten Bangka Tengah.

Sebanyak 180 orang yang terdiri dari Guru (8 orang), Orang Tua Siswa (36 orang) dan Siswa/Siswi (136 orang) berkunjung ke LPKA Kelas II Pangkalpinang dalam rangka studi edukasi pembelajaran kurikulum 2013 tahun pelajaran 2018/2019, Sabtu, 16 Maret 2019.

Kunjungan yang dilakukan oleh SDN 1 Koba ini bukan hanya sekedar kunjungan semata melainkan studi edukasi dengan tujuan memberikan edukasi kepada anak didik tentang perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial dan beragam kenakalan remaja dan dampak dari perilaku menyimpang tersebut.

Adapun rangkaian kegiatan dalam studi edukasi ini antaran lain:
Rombongan SDN 1 Koba melakukan pendaftaran, penitipan barang bawaan dan penggeledehan di P2U, Rombongan SDN 1 Koba senam poco-poco bersama Andikpas.

Dalam sambutannya, Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang menyampaikan pesan dan kesan serta sekaligus pemberian tali asih oleh Paguyuban orang tua murid yang disaksikan Kepala SDN 1 Koba kepada Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang selanjutnya diberikan kepada Andikpas.

Dalam kegiatan tersebut sekaligus foto bersama Rombongan SDN 1 Koba dengan keluarga besar LPKA Kelas II Pangkalpinang.

Dalam kesempatan itu, Suyatno selaku Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang menjelaskan, bahwa LPKA Kelas II Pangkalpinang ini merupakan lapas baru yang sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun 3 bulan.

“Sesuai dengan amanat Undang-undang, LPKA merupakan tempat untuk melaksanakan pembinaan bagi anak didik pemasyarakatan,” katanya.

Menurut dia, pembinaan itu sendiri terdiri dari pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Kegiatan Pembinaan yang ada di LPKA Kelas II Pangkalpinang antara lain seperti pembinaan kepribadian seperti penggajian dan tausiyah keagamaan serta pemberian motivasi yang diberikan baik oleh petugas maupun instansi terkait.

Sedangkan untuk pembinaan kemandirian berupa pelatihan keterampilan seperti pelatihan furniture alumunium, pelatihan kerajinan kerang, pelatihan pangkas rambut, pelatihan pembuatan nata de coco serta pelatihan pembuatan pot yang tentu saja merupakan bekal bagi Andikpas di masa yang akan datang.

Disamping itu, Suyatno berpesan kepada seluruh siswa/siswi yang hadir agar jangan sampai melakukan perilaku-perilaku menyimpang atau pelanggaran hukum.

“Jangan sampai ada diantara anak-anak yang hadir pada hari ini, suatu saat tinggal disini. Jadilah anak yang berbudi pekerti luhur,” pungkas Suyatno.

Dipenghujung acara Kepala SDN 1 Koba beserta perwakilan guru dan orang tua siswa/siswi memberikan tali asih berupa bingkisan sebagai bentuk buah tangan kepada andikpas.

Adapun bingkisan tersebut antara lain, Pakaian seperti baju, celana, dan kain sarung,Makanan dan minuman seperti teh kotak, teh pucuk, aneka biscuit, mie instan dab pop mie, peralatan olahraga seperti raket badminton sebanyak 4 buah, shuttle cock sebanyak 1 slop, bola volley sebanyak 1 buah dan bola kaki sebanyak 1 buah,Pemberian uang jajan kepada masing-masing andikpas sebesar Rp. 20.000,- /orang.

“Saya selaku Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar SDN 1 Koba atas kunjungan dan kepeduliannya kepada anak didik pemasyakarakatan di LPKA Kelas II Pangkalpinang dengan bertema “Studi Edukasi,” ujar Suyatno.

Kegiatan ini, lanjut Suyatno, adalah salah satu bentuk edukasi dini kepada anak-anak supaya tidak salah dalam pergaulan dan tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh negatif baik dari lingkungan maupun kemajuan teknologi.

“Jika sejak dini sudah diberikan edukasi tentang hal-hal seperti ini maka diharapkan akan mengurangi persentase tingkat kriminalitas khususnya di provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan di seluruh wilayah Indonesia pada umumnya,” tambah Suyatno. (Fajri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *