Minggu , 18 November 2018
Home » Berita Foto » 147 TKI Bermasalah Kembali Dipulangkan Malaysia Melalui Tanjungpinang
'

147 TKI Bermasalah Kembali Dipulangkan Malaysia Melalui Tanjungpinang

Para TKI bermasalah yang dideportasi pihak Malaysia saat tiba di Tanjungpinang. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Sebanyak 147 Tenaga Kerja Indonesia bermasalah di Malaysia kembali dideportasi melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Kamis (11/8) sore.

Bersamaan dengan TKI bermasalah yang terdiri dari 78 laki-laki dan 69 perempuan ini, juga terdapat enam orang anak-anak. Mereka adalah anak dari beberapa TKI bermasalah ini.

Para TKI bermasalah yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini tiba di Tanjungpinang dengan menggunakan Kapal Feri KM Gembira III dari sebuah pelabuhan di Malaysia.

Para TKI bermasalah ini dipulangkan karena melanggar aturan keimigrasian yang berlaku di Malaysia seperti paspor yang tidak ada, masa berlaku paspor habis dan lainnya.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kepri, Ari Budianto yang memantau langsung proses pemulangan TKI bermasalah ini mengatakan pemulangan tersebut bukan yang pertama kali.

“Ini sudah pemulangan yang keenam sampai tujuh kali sepanjang tahun 2018 ini. Berarti sudah sekitar 1200 lebih sudah dipulangkan,” ujar Ari.

Ari juga menyatakan masih ada sekitar 5000 TKI bermasalah yang saat ini berada di penampungan di Malaysia. Saat ini, mereka masih menunggu proses pemulangan.

Dilanjutkan Ari, TKI bermasalah yang dipulangkan ini akan ditampung sementara di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) milik Kementrian Sosial (Kemensos) sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing. “Pemulangannya ditangani pihak Kemensos,” ujarnya.

Ari Budianto, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenhumkam Kepri.

Sementara itu, Ernawati, salah seorang TKI bermasalah mengaku dirinya diamankan pihak imigrasi Malaysia karena tidak memiliki paspor.

“Karena tak punya paspor,” kata wanita asal Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur ini.

Ia mengaku berangkat ke Malaysia untuk menjumpai suaminya yang saat ini tengah bekerja di sana. Namun, belum sempat bertemu suami, ia sudah ditangkap pihak imigrasi Malaysia saat baru beberapa hari di sana.

Wanita ini juga mengatakan, dirinya bisa masuk ke Malaysia meski akhirnya ditangkap atas bantuan seorang penyalur (agen-red) diduga ilegal dengan biaya sekitar Rp 5 juta.

“Yang ngurus pemberangkatan sampai paspor diuruskan sama agen saya, ia janji semua aman. Makanya, paspor saya sama dia sampai sekarang. Saya sudah bayar Rp 5 juta sama dia (agen),” ujarnya.

Sementara itu, Linda, TKI bermasalah lainnya mengaku diamankan pihak imigrasi Malaysia karena bekerja tanpa prosedural yang berlaku. Ia mengaku hanya memiliki paspor pelancong.

“Saya di sana (Malaysia) kerja di rumah makan. Saya hanya punya paspor pelancong,” ujar wanita asal Provinsi Jawa Barat ini beralasan dirinya diamankan pihak imigrasi Malaysia. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *