Senin , 10 Desember 2018
Home » Daerah » Babel » Ada Apa dengan PT.AKI, Arogansi Satpam Ditunjukkan Pada Wartawan

Ada Apa dengan PT.AKI, Arogansi Satpam Ditunjukkan Pada Wartawan

Pangkalpinang, sidaknews.com – Adanya berita terkait perusahaan lokal yang bergerak di bidang jalan dengan tidak adanya izin tempat tersebut sekarang menjadi alot, para awak media bermaksud ingin melakukan konfirmasi soal permasalahan alat pencampur aspal (AMP) milik perusahaan PT. Artha Karya Internusa (AKI) di Pangkalpinang.

Seorang jurnalis media lokal MataBabel.com mengaku mendapat perlakuan “arogan” dari oknum satpam di kantor perusahaan tersebut pada sabtu,(06/10/18) sekitar Pukul 16:00 WIB, salah satu media lokal Mata Babel.com terbentuk satu Team, berusaha mencoba ingin bertemu dengan pimpinan PT AKI, untuk melakukan klarifikasi atau konfirmasi kepihak perusahaan pemilik AMP ini yang beralamatkan kantor di Grimaya depan perumahan Sriwijaya.

Dilansir dari kupas merdeka.com ,saat Wartawan itu mengaku menyambangi kantor PT. AKI di bilangan Grimaya kemarin,Sabtu( 6/10) untuk mempertanyakan mengenai dugaan bahwa dalam fail pembayaran pajak dan retribusi di BP2RD, tidak ditemukan nama PT Artha Karya Internusa .Namun dalam upayanya itu, sang wartawan mengaku mendapat perlakuan “arogan” oleh Fran, seorang petugas security PT. AKI.

Endy Nomansyah, pemimpin redaksi MataBabel.com, menceritakan kejadian tersebut di hadapan awak media.
“Berawal dari petugas penjaga yang tidak dikenal namanya mengatakan bahwa pimpinan sedang ada tamu dan pihak tim matababel diizinkan menunggu. Sembari menunggu, bukannya bertemu dengan pimpinan perusahaan, tim matababel malah dipertemukan dengan Fran, yang juga sebagai pihak security,” jelas Endy Nomansyah sore ini Sabtu (7/10).

“Setelah beberapa waktu ngobrol ringan terkait hal klarifikasi berita, Fran mengatakan bahwa segala hal masalah izin sudah diurus, namun tidak menjawab pertanyaan wartawan pihak manakah yang sudah mengurus perizinan tersebut. Sembari beberapa menit ngobrol lalu ia mengatakan, ‘jangan merekam, kalau merekam saya hempaskan ini handphone,’ dia langsung merampas handphone milik salah satu wartawan matababel yakni Sarial dan terjadi beberapa menit cekcok mulut antara pihak security dan tim, lalu meninggalkan tempat tersebut,” ungkap Endy.

Menilai bahwa perlakuan ini melanggar hak wartawan yang tertuang dalam UU Pers, pihak MataBabel.com mengatakan bahwa mereka akan melaporkan secara resmi ke Polda Babel.

“Kami bersama tim dan bersama rekan media yang lainnya akan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib yaitu Polda Babel, tujuannya agar jangan sampai peristiwa yang telah terjadi ini tidak terulang lagi,” harap Endy. (Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *