Sabtu , 16 Februari 2019
Home » Berita Foto » Aktivis Petani Harap Dua Waduk di Peudada Diperhatikan Pemerintah

Aktivis Petani Harap Dua Waduk di Peudada Diperhatikan Pemerintah

Tarmizi Age, aktivis petani gampong saat berada di dekat Waduk Paya Laoet yang kondisinya terlihat sedang kering, Kamis (14/2).

Bireuen, sidaknews.com – Waduk Paya Laoet dan Paya Sikameh yang berada di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh masih sering dilanda kekeringan.

Diharapkan, pemerintah pusat maupun daerah agar memberikan perhatian dan solusi terhadap kondisi kedua waduk tersebut. Demikian dikatakan Tarmizi, seorang aktivis petani gampong, Kamis (14/2) saat meninjau waduk tersebut.

“Ada musimnya, waduk ini sering kekeringan. Ini seakan-akan sudah menjadi hal lumrah terjadi,” kata Tarmizi Age.

Dikatakannya, sebagai putra daerah yang lahir di gampong Alue Sijuek, Peudada, dirinya mempertanyakan mengapa kekeringan pada dua waduk tersebut masih saja terjadi.

“Apakah akibat tidak adanya manajemen pembangunan yang baik dari pemerintah di bidang pengàiran, atau memang ada indikasi-indikasi lain?,” ujarnya.

Tarmizi mengutarakan, air dari kedua waduk tersebut sangat dibutuhkan para petani yang memiliki lahan tadah hujan di kawasan tersebut.

“Ada sekitar 1200 hektar lahan tadah hujan yang dikelola petani dari sekitar 26 gampong di sini. Mungkin kalau Pak Presiden tau ini, beliau mungkin bisa marah,” sebut pria yang pernah tinggal di Denmark ini.

Selain itu, ia mengharapkan pemerintah, khususnya pemerintah Aceh agar membantu para petani sawah tadah hujan agar tidak sampai gagal panen.

“Dengan tidak melihat yang saat ini sedang dalam dilema tahun politik, tidak salah rasanya saya mewakili petani sawah tadah hujan, meminta kepada Bapak Presiden untuk mengakhiri kesusahan petani kawasan tadah hujan di Kecamatan Peudada, Bireuen, Aceh ini,” ujar pria yang juga tergolong aktif di bidang industri ini.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *