Minggu , 18 November 2018
Home » Berita Foto » Anak Terseret Arus Parit Ditemukan, Kondisinya Meninggal Dunia

Anak Terseret Arus Parit Ditemukan, Kondisinya Meninggal Dunia

Hamdan, Ketua Tagana Tanjungpinang menunjukkan lokasi ditemukannya jenazah korban. Foto: Ist

Tanjungpinang, sidaknews.com – Latifa Nafkia Fitri (sebelumnya ditulis Latifa Novia Fitri), anak perempuan yang berusia sekitar dua tahun lebih yang terseret arus parit saat hujan deras melanda wilayah Kota Tanjungpinang, Senin (30/10) siang telah ditemukan.

Bocah berusia dua tahun lebih tersebut ditemukan warga sekitar dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 Wib di alur parit dimana korban terseret.

“Jenazah (korban) nya ditemukan tersangkut di akar bakau,” kata Hamdan, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Tanjungpinang yang juga ikut terjun langsung melakukan proses pencarian korban kepada sidaknews.com, Rabu (31/10) pagi.

Hamdan mengatakan, setelah jenazah korban ditemukan, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri untuk dilakukan pemeriksaan medis.

“Setelah dari rumah sakit, kemudian dibawa ke rumah duka. Hari ini langsung dikebumikan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Latifa diduga terseret arus parit saat sedang bermain di belakang rumahnya yang berada di jalan Kuantan, Gang Putri Ledang, Kelurahan Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang.

Namun, saat bermain tersebut, korban masuk ke dalam parit yang saat itu arusnya cukup deras. Belum diketahui pasti kenapa korban sampai masuk ke dalam parit.

“Saya tau nya dari warga. Katanya anak saya tenggelam,” ujar Heri Susanto di lokasi pencarian korban.

Heri mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bekerja, begitu juga dengan istrinya, saat itu juga sedang bekerja. Ia hanya mendapat informasi, jika anaknya ketika itu sedang bermain dengan kakak laki-lakinya yang masih berusia lima tahun di belakang rumah yang terdapat parit.

“Saya taunya, ia sama kakaknya bermain di belakang rumah. Ia masuk ke parit, airnya deras dan langsung kebawa” ujar Heri.

Proses pencarian korban masih dilakukan Tim SAR gabungan baik dari Basarnas, Tagana, Kepolisian dan lainnya. Petugas melakukan penyisiran yang dimulai dari rumah korban hingga di sepanjang alur parit. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *