Minggu , 18 November 2018
Home » Berita Foto » Anak Usia 2,5 Tahun Hanyut Terbawa Arus Parit di Tanjungpinang

Anak Usia 2,5 Tahun Hanyut Terbawa Arus Parit di Tanjungpinang

Heri Susanto, ayah Latifa Novia Putri (2,5) yang diduga terseret arus parit terlihat masuk ke dalam parit untuk mencari anaknya. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Seorang anak perempuan yang berusia sekitar dua tahun lebih diduga terseret arus parit saat hujan deras melanda wilayah Kota Tanjungpinang, Selasa (30/10) siang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, anak tersebut diduga terseret arus parit saat sedang bermain di belakang rumahnya yang berada di jalan Kuantan, Gang Putri Ledang, Kelurahan Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang.

Namun, saat bermain tersebut, korban masuk ke dalam parit yang saat itu arusnya cukup deras. Belum diketahui pasti kenapa korban sampai masuk ke dalam parit.

“Saya tau nya dari warga. Katanya anak saya tenggelam,” ujar Heri Susanto, ayah korban kepada sidaknews.com di lokasi pencarian korban.

Heri mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bekerja, begitu juga dengan istrinya, saat itu juga sedang bekerja. Ia hanya mendapat informasi, jika anaknya ketika itu sedang bermain dengan kakak laki-lakinya yang masih berusia lima tahun di belakang rumah yang terdapat parit.

“Saya taunya, ia sama kakaknya bermain di belakang rumah. Ia masuk ke parit, airnya deras dan langsung kebawa” ujar Heri sembari mengatakan, anaknya perempuan yang diduga hanyut di parit tersebut bernama Latifa Novia Fitri (2,5).

Di lokasi, Heri tampak ikut masuk ke dalam parit untuk mencari anaknya. Tanpa beralaskan kaki, ia menyusuri pinggiran parit yang saat itu airnya terlihat masih cukup deras dan kotor.

Petugas SAR gabungan menggelar apel sebelum melakukan pencarian.

Hingga berita ini dilansir, proses pencarian korban masih dilakukan Tim SAR gabungan baik dari Basarnas, Tagana, Kepolisian dan lainnya. Petugas melakukan penyisiran yang dimulai dari parit di rumah korban hingga di sepanjang alur parit.

Ratusan warga juga terlihat berkumpul di lokasi saat petugas akan memulai melakukan pencarian korban. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *