Sabtu , 16 Februari 2019
Home » Berita Foto » Aniaya Korban Gegara Pria, Dua Wanita ini Dihukum 4 Bulan 10 Hari

Aniaya Korban Gegara Pria, Dua Wanita ini Dihukum 4 Bulan 10 Hari

Reka Julyanti dan Lutcfia Septia, terdakwa kasus penganiayaan saat jalani sidang di PN Tanjungpinang. Foto: Rindu

Tanjungpinang, sidaknews.com – Reka Julyanti dan Lutcfia Septia Putri, dua terdakwa kasus penganiayaan dihukum hakim masing-masing dengan hukuman empat bulan dan 10 hari penjara.

Vonis tersebut diterima kedua wanita ini dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (29/1).

Keduanya dinilai majelis hakim yang dipimpin Acep Sopian Sauri ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman selama enam bulan penjara.

Atas vonis tersebut, kedua wanita asal Kabupaten Bintan ini hanya bisa pasrah dan mengatakan menerima putusan sementara jaksa mengutarakan masih pikir-pikir.

Kasus penganiayaan ini terjadi di Tanah Merah Gang Nangka Pasar Baru Kelurahan Tanjung Uban Selatan Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan beberapa bulan lalu.

Kasus berawal saat Merlin Abel Rianty (korban) sedang berada di sebuah warnet. Ia kemudian didatangi kedua terdakwa bersama tiga temannya.

Saat itu, terdakwa mengajak korban “ngopi” ke lokasi lain. Ketiganya pun berangkat dengan sepeda motor dengan berboncengan tiga. Ketika berboncengan, korban sempat bertanya kenapa tidak searah dengan tujuan.

“Udah ikut saja,” kata salah satu terdakwa saat itu kepada korban.

Sesampainya di sebuah lahan kosong dan sepi, terdakwa Reka mengecek handphone milik korban. Usai cek handphone korban, seketika Reka marah karena mengetahui korban ada berhubungan dengan cowoknya.

Tidak hanya marah, terdakwa Reka langsung menjambak dan menampar pipi kiri korban, lalu menendang perut korban hingga tersungkur ke tanah.

Tidak hanya Reka, temannya juga ikut menganiaya korban dengan menampar pipi dan menedang paha korban.

Korban saat itu mencoba melarikan diri, dengan berdiri, akan tetapi langsung dicegah terdakwa dengan menjambak rambut dan mencekik leher korban serta memukul kepala dan wajah korban berkali-kali.

Korban saat itu berhasil meloloskan diri menjauhi kedua terdakwa ke arah rawa-rawa bakau yang ada di sana sambil berteriak minta tolong. Korban lalu ditolong warga setempat yang saat itu sedang memancing.

Akibat perbuatan terdakwa, korban menderita luka di beberapa bagian tubuhnya. Tak terima dengan perlakuan kedua terdakwa, ia kemudian melaporkan hal ini ke kepolisian dan berakhir di persidangan. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *