Rabu , 19 Juni 2019
Home » Berita Foto » Autopsi Mayat Odogogo, Polisi Minta Surat Pernyataan Keluarga

Autopsi Mayat Odogogo, Polisi Minta Surat Pernyataan Keluarga

Pihak keluarga Odogogo menunjukkan sejumlah dokumen terkait kematian Odogogo.

Tapsel, sidaknews.com – Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) maupun Polsek Batangtoru dikabarkan bersedia melakukan autopsi pada jenazah Odogogo Giawa (28), pria yang ditemukan tewas gantung diri di kebun milik warga di Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Tapsel beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan perwakilan pihak keluarga Ododogo, bernama Sediyama Giawa (32) warga Kecamatan Sukabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah usai gelar perkara yang dilaksanakan di lobi Sat Reskrim Polres Tapsel, Senin (7/1/2019) lalu sekira pukul 15.00 WIB.

“Pihak kepolisian mengiyakan atas permintaan keluarga, akan tetapi terlebih dahulu kita memenuhi sejumlah persyaratan untuk memohon autopsi,” kata dia kepada wartawan usai gelar perkara.

Persyaratan tersebut, kata dia, pihak keluarga harus mengajukan surat pernyataan untuk dilakukan autopsi dan melampirkannya nantinya. Ini dimaksudkan, agar tidak ada tuntutan keberatan kalau sudah dilakukan autopsi.

“Surat pernyataan tersebut nanti diketahui kepala desa. Secepatnya surat tersebut disampaikan kepada pihak Polsek Batangtoru agar autopsi segera dilaksanakan,” kata Sediyama.

Sebelumnya, Sediyama mengatakan, beberapa minggu yang lalu, pihak keluarga Ododogo sudah membuat laporan tertulis ke Polsek Batangtoru.

“Kami sudah buat laporan tertulis ke Polsek Batangtoru dengan tembusan Polres Tapsel dan Mabes Polri,”ujarnya.

Dalam surat itu disebutkan, pihak keluarga merasa curiga terhadap kematian Odogogo yang semula divonis pihak kepolisian tewas karena gantung diri. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada luka ditubuh korban terutama dibagian kepala dan kaki.

“Atas kecurigaan itu, makanya kami buat surat ke pihak kepolisian memohon dilakukan penyelidikan ulang,” tuturnya.

Dia menduga, kematian Odogogo Giawa tidak disebabkan bunuh diri, karena selain ditemukan memar, akar kayu yang ditemukan melilit di lehernya tidak bisa ikat oleh satu orang. Ironisnya, pohon tempat ditemukannya Odogogo tergantung sudah ditebang.

Pihak keluarga hanya meminta kepastian hukum tentang penyebab kematian Odogogo.”Kami hanya minta ketransparanan polisi mengenai penyebab kematian saudara kami,”tuturnya.

Sekedar mengingatkan, pada 26 Desember 2018, warga di Sitinjak, menemukan Odogogo tewas tergantung di pohon kayu kebun milik warga. Selanjutnya, jenazah langsung dibawa ke puskesmas terdekat yang mana menurut pihak keluarga menduga tidak memenuhi SOP.

Sampai berita ini dilansir, Polres Tapsel maupun Polsek Batangtoru belum memberikan keterangan terkait keinginan pihak keluarga Ododogo tersebut. (Efendy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *