Minggu , 16 Desember 2018
Home » Berita Foto » Banjir Melanda Sejumlah Daerah di Tabagsel, Jalinsum Tapsel – Madina Terputus

Banjir Melanda Sejumlah Daerah di Tabagsel, Jalinsum Tapsel – Madina Terputus

Tiang listrik milik PLN yang tumbang menutup badan jalinsum penghubung Kota Padangsidimpuan dengan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), tepatnya di Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (06/12/2018) dinihari.

Tapsel, sidaknews.com – Hujan yang melanda kawasan tapanuli bagian selatan Rabu (5/12) malam, membuat sebagian kawasan itu di kepung banjir, Salah satunya Jalinsum penghubung Kota Padangsidimpuan dengan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), tepatnya di Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (06/12/2018) dinihari terputus total selama lebih dari 120 menit akibat bencana tanah longsor pasca guyuran hujan sangat lebat dan guyurannya cukup lama.

Informasi yang dihimpun, selain tanah longsor, guyuran hujan berintensitas tinggi tersebut juga mengakibatkan tumbangnya tiang jaringan listrik di Desa Silaiya dan Desa Aek Libung.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tapsel, Ilham Suhardi melalui Sekretaris, Umar Halomoan kepada wartawan mengatakan, “Pukul 04.00 WIB atau menjelang Subuh, akses lalu lintas antara ketiga daerah (Kota Padangsidimpuan, Tapsel dan Madina) itu sudah kembali normal, berkat kesigapan Dinas PU Tapsel yang menurunkan alat berat. Warga setempat juga turut serta dalam pembersihan tanah longsor sehingga masalah cepat teratasi”.

Tak hanya di Kecamatan Sayur Matinggi, bencana banjir juga terjadi di desa Pargumbangan, Kecamatan Angkola Muaratais akibat meluapnya Sungai Batang Angkola. Luapan sungai tersebut sempat menggenangi 25 unit rumah milik warga.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Tapsel, Umar Halomoan mengucapkan terimakasih kepada pihak PU serta Petugas PLN terkait penurunan alat berat serta perbaikan atas tumbangnya sejumah tiang listrik PLN di lokasi.

Dikatakan Umar, saat ini pihaknya masih memantau serta melakukan pembersihan sisa-sisa material tanah longsor dan kayu yang masih mengganggu di daerah milik jalan lintas tersebut, sehingga pihaknya masih terus dilapangan termasuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi akibat bencana tanah longsor dan banjir tersebut.

Umar berpendapat, antisipasi terhadap bencana susulan dilakukan melalui ekstra pemantauan serta mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penanganan bencana baik banjir, tanah longsor maupun bencana lainnya sebagai dampak tingginya intensitas hujan di Tapsel selama beberapa waktu terakhir ini.

“ petugas BPBD akan selalu siaga sebagai upaya mengantisipasi terjadinya bencana susulan yang mungkin saja masih mengancam kawasan ini, Karena
curah hujan masih relatif tinggi dan perlu melakukan Antisipasi dan pemantauan serta mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penanganan bencana baik banjir, tanah longsor maupun bencana lainnya sebagai dampak tingginya intensitas hujan di Tapsel selama beberapa waktu terakhir ini”, terangnya. (sabar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *