Minggu , 26 Mei 2019
Home » Berita Foto » Bejat! Tiga Pelaku Pemerkosa Gadis Penyandang Disabilitas Ditangkap

Bejat! Tiga Pelaku Pemerkosa Gadis Penyandang Disabilitas Ditangkap

Pringsewu, sidaknews.com – Jajaran Polsek Sukoharjo Polres Tanggamus berhasil mengamankan Tiga orang pelaku terduga tindak kekerasan seksual dalam rumah tangga atau hubungan sedarah, ketiga pelaku terdiri dari ayah, kakak dan adik terhadap korbannya perempuan berusia 18 tahun berinisial (AG), seorang penyandang disabilitas yang terjadi di Kabupaten Pringsewu.

Terduga pelaku sebagai ayah korban berinisial M (45), kakak berinisial SA (24) dan YF (16) diamankan saat berada di rumahnya, tadi malam, Kamis (21/2/19) malam.

Dalam dugaan hubungan sedarah tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti beberapa helai baju, celana dalam,celana panjang milik terduga JM, beberapa helai baju, celana dalam,celana panjang milik SA, beberapa helai baju, celana dalam, celana panjang milik terduga YF dan beberapa helai baju, celana dalam, celana panjang milik korban AG.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Kapolsek Sukoharjo Iptu Deddy Wahyudi, SH. mengungkapkan, ketiga terduga diamankan berdasarkan laporan Tarseno (51) selaku Satgas Merah Putih Perlindungan Anak Pekon Panggung Rejo.

“Ketiga terduga diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB,” ungkap Iptu Deddy Wahyudi di Mapolsek Sukoharjo.

Saat ini terduga masih diamankan di Polsek Sukoharjo, selanjutnya proses penyidikan dilimpahkan Satreskrim Polres Tanggamus.

“Tindak lanjut, para terduga akan dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Tanggamus besok, Jumat (22/2/19,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan laporan pendamping korban, bahwa ia menceritakan kepada Purwanti (44) selaku pendamping perempuan, korban telah dipaksa berkali-kali melakukan hubungan sedarah baik oleh ayahnya, kakaknya maupun adiknya.

Korban yang menderita keterbelakangan atau disabilitas itu tidak dapat melakukan perlawanan, sebab dia takut kepada mereka.

“Ketiga terlapor, selalu memaksa berhubungan badan, namun korban takut memberitahukan kepada orang lain. Itu juga terungkap setelah korban dibawa ke psikiater,” kata pelapor dalam laporan tanggal 21 Februari 2019. (Vit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *