Sabtu , 20 April 2019
Home » Berita Foto » Berkomentar Miring di Medsos, Oknum Netizen di Malra Dipolisikan Wartawan

Berkomentar Miring di Medsos, Oknum Netizen di Malra Dipolisikan Wartawan

Gerald Leisubun.

Malra, sidaknews.com – Seorang oknum netizen di Desa Langgur harus berurusan dengan pihak berwajib (kepolisian) akibat melontarkan kata-kata dalam komentarnya di media sosial (facebook) yakni pada konten berita yang diduga bernada ancaman kepada wartawan media online Malukupost.com.

Atas perbuatannya tersebut, oknum netizen berinisial HR tersebut diadukan (dilaporkan) ke Polres Malra, Senin (8/4), lengkap dengan screensoot (printout) komentar-komentarnya terhadap wartawan Malukupost.com atas nama Gerald Leisubun.

“Jadi, kami laporkan HR, dimana lewat akun FB, dalam komentarnya di konten berita kami sudah menjurus kepada ancaman,” ujar Leisubun di Langgur, Selasa (9/4).

Leisubun menjelaskan, sejak awal HR berkomentar, ia menilai sudah menunjukkan nada-nada ancaman, namun dirinya menanggapi dengan baik dan santun.

“Membaca komentar HR itu saya coba menanggapi dengan baik, yakni saya beri pemahaman tentang kerja kami wartawan dalam mengolah hingga produksi berita. Dia (HR) minta agar saya harus sebut nama oknum-oknum BSO yang disampaikan oleh nara sumber, dan dia juga minta nama dari nara sumber. Padahal dia tidak tahu kalau nara sumber itu dilindungi juga dalam Undang-Undang Pers.”

Leisubun mengatakan, karena permintaan HR tidak dipenuhi maka komentar-komentarnya dinilainya mulai bernada ancaman yang tidak tahu arah tujuannya, sehingga dirinya mengambil langkah untuk melaporkan HR ke polisi.

“Karena saya lihat komentarnya sudah mulai bernada ancaman maka saya koordinasi dengan pimpinan redaksi dan disetujui untuk dilapor saja ke polisi biar dipertanggngjawabkan,” katanya.

Menurut Leisubun, sebelum pihaknya melaporkan HR, memang ada upaya dari Pejabat Sekdes Langgur untuk diselesaikan baik-baik (keluarga), dan pihaknya juga sudah menyanggupi. Namun, dalam perjalanan menuju proses mediasi tersebut HR terkesan acuh tak acuh dan meremehkan proses ini.

“Saya terima niat pejabat Sekdes Langgur untuk diselesaikan baik-baik, namun dalam proses untuk penyelesaian, HR ini seperti acuh dan cuek saja, mungkin dia pikir ini masalah biasa. Setiap kali dihubungi oleh Sekdes selalu saja alasan ada urusan di luar Ohoi bahkan ada sehari yang tidak ada komunikasi sama sekali.

Anehnya, dalam proses itu juga saya yang lebih intens untuk komunikasi dengan sekdes, seakan-akan saya ini dipihak yang salah. Akhirnya saya bulatkan niat untuk lapor polisi saja biar lebih tertib dan tidak ada lasan-alasan,” terangnya.

Leisubun ungkapkan, setelah melaporkan masalah tersebut maka hari itupun juga HR dipanggil dan dihadirkan di Polres Malra oleh petugas kepolisian dengan alasan untuk dimintai keterangan terkait komentar-komentarnya tersebut.

Sementara itu, lanjut dia, dihadapan petugas yang memeriksanya, HR juga tidak mampu menjelaskan dengan baik tentang maksud dan tujuan dari komentar-komentarnya yang diduga bernada ancaman tersebut.

Akhirnya, di hadapan petugas (beberapa anggota polisi) yang hadir saat itu, HR mengakui kesalahan dan kekeliruannya karena sudah berkomentar yang merugikan orang lain.

“Saya mengaku salah dan secara pribadi saya minta maaf atas tanggapan saya di berita yang sudah dinaikkan oleh malukupost, karena tanggapan saya sudah melanggar, jadi saya minta maaf,” ungkapnya saat diminta keterangan oleh petugas.

HR juga meminta kepada wartawan media online malukupost dan wartawan lainnya, dan berharap masalah ini agar tidak diperpanjang lagi.

“Saya minta maaf kepada malukupost atas kesalahan saya ini, dan saya berjanji untuk tidak mengulangi. Saya harap masalah ini tidak diperpanjang lagi, baik itu dari pihak malukupost,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan dari pihak Polres Malra atas hal ini. (Aladin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *