Senin , 15 Oktober 2018
Home » Berita Foto » Bersihkan Nama Baik Suami Atas Tuduhan Penculikan Anak, Istri Lapor Polisi

Bersihkan Nama Baik Suami Atas Tuduhan Penculikan Anak, Istri Lapor Polisi

Seli (28) ditemani kuasa hukumnya Muhammad Indra Kelana (pakai kacamata) saat memberikan keterangan persnya saat akan membuat laporan di SPK Polres Tanjungpinang. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Seli (28) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Tanjungpinang, Senin (1/10) siang.

Wanita ini tidak sendirian, ia ditemani kuasa hukumnya, Muhammad Indra Kelana dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Kepulauan Riau.

Seli mengatakan, ia membuat laporan ke pihak kepolisian karena merasa ada yang janggal atas kematian suaminya, Ngatimin (32). Serta upaya pemulihan nama baik suaminya.

“Saya hanya meminta keadilan untuk suami saya,” ujar Seli kepada awak media di sela-sela membuat laporan.

Sekedar diketahui, sebelum meninggal, Ngatimin sebelumnya diamankan puluhan warga dan dibawa ke kantor Polsek Bukit Bestari Tanjungpinang, Rabu (12/9) sore lalu.

Ngatimin diamankan warga di depan Sekolah Dasar (SD) 019 Kelas IV Madrasah Raudatul Mushallin Jalan Sultan Mahmud Gang 45 Kelurahan Tanjungunggat Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang atas tuduhan dugaan percobaan penculikan anak.

Belum sempat diperiksa polisi, Ngatimin saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit karena kondisi tubuhnya lemah. Berselang beberapa hari dirawat, akhirnya Ngatimin meninggal dunia.

Sebuah rekaman video saat Ngatimin diamankan massa juga sempat viral di media sosial (Medsos). Dalam video tersebut, tampak Ngatimin dikelilingi puluhan warga.

Seli mengungkapkan, kejanggalan tersebut, salah satunya karena ia menduga adanya luka di beberapa bagian tubuh suaminya usai diamankan warga.

“Ada (luka memar-red) di lehernya dan telinga. Ia juga tak bisa bicara, kayak lidahnya masuk ke dalam gitu, kayak kelu gitu. Padahal, sebelumnya ia tidak begitu (normal-red),” kata Seli yang mengaku sudah mendapat rekam medis suaminya.

“Tapi, kalau hasil visumnya masih sama polisi,” kata Seli yang saat itu menggendong anak semata wayangnya yang masih berusia 20 bulan.

Meski demikian, Seli mengutarakan, tidak mengetahui secara pasti, apakah luka di tubuh suaminya tersebut karena dugaan penganiayaan atau penyebab lainnya. Ia hanya menyatakan, hal tersebut akan diserahkannya ke pihak kepolisian.

“Biarlah pihak polisi saja yang menanganinya,” kata Seli.

Sementara itu, Muhammad Indra Kelana menyatakan, laporan tersebut bertujuan agar keluarga mendapat keadilan salah satunya dalam hal pemulihan nama baik Ngatimin atas tuduhan percobaan penculikan anak.

“Sebenarnya, dalam laporan ini, lebih untuk membantah tuduhan terhadap klien (Ngatimin-red) kami ,” kata Indra.

Indra menyatakan, ada beberapa bentuk laporan polisi tersebut salah satunya laporan dugaan pencemaran nama baik sebagaimana yang diatur dalam pasal 310 jo pasal 311 KUHP.

Selain itu, ada juga laporan dugaan penganiayaan dan persekusi. Laporan tersebut sebagaimana hasil rekam medis Ngatimin yang didapat keluarga dari pihak rumah sakit dan bukti lainnya.

“Kita juga akan mohonkan terkait pasal 351 tentang persekusi dan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. Kita minta laporannya, nantinya dibuat dua laporan.

Intinya, kita minta tabir kejadian ini bisa diungkap, demi keadilan pada pihak yang sebelumnya dituduh,” katanya.

Untuk melengkapi laporan, lanjut Indra, pihaknya juga akan menyertakan sejumlah bukti dan dokumen terkait kejadian yang dialami Ngatimin.

“Seperti pemeriksaan medis, slip gaji, surat nota dari perusahaan tempat klien kami bekerja. Slip gaji ini bisa menunjukkan jika klien kami benar benar ada pekerjaan. Ini juga menjadi bukti, jika saat berada di lokasi kejadian, klien kami sedang bekerja,” ujarnya.

Meski demikian, dalam laporannya, Indra tidak menyebutkan pihak mana yang akan dilaporkan, ia hanya mengutarakan hal tersebut akan diserahkan ke pihak kepolisian.

“Soal subjeknya, kami tidak mau langsung menuduh siapa. Kami lebih baik menyerahkan semuanya untuk diusut dan diungkap tuntas oleh polisi,” ujarnya. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *