Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Bobby Jayanto Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Pidato Rasis

Bobby Jayanto Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Pidato Rasis

Bobby Jayanto (kemeja biru dongker) saat mendatangi kantor Satreskrim Polres Tanjungpinang, Senin (24/6). Foto: Ist

Tanjungpinang, sidaknews.com – Bobby Jayanto, seorang pengusaha yang juga salah satu tokoh masyarakat Tanjungpinang ini mendatangi kantor Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang, Senin (24/6) pagi.

Kedatangan Bobby untuk memenuhi panggilan dari penyidik dalam rangka penanganan sebuah laporan kasus dugaan pidato rasis sebagaimana yang dilaporkan sejumlah LSM dan Ormas ke Polres Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Pantauan di lapangan, saat datang, Bobby yang saat itu menggunakan kemeja warna biru dongker tidak sendirian, ia didampingi tim kuasa hukumnya.

Sebelum ia memasuki ruang Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk memberikan keterangan kepada penyidik, Bobby sempat memberi keterangan kepada sejumlah awak media.

Kepada awak media, Bobby Jayanto mengutarakan, dirinya datang ke kantor tersebut untuk memenuhi undangan dari penyidik Reskrim Polres Tanjungpinang.

“Saya hadir untuk memenuhi panggilan dari penyidik Satreskrim. Dipanggil, terkait komentar saya beberapa waktu lalu,” kata Bobby.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga membantah tudingan dugaan pidato rasis tersebut. Menurutnya, dalam hal ini telah terjadi kesalahpahaman.

“Saya ingin mengklarifikasi dan meluruskan, bahwa dalam hal ini terjadi kesalahpahaman. Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan orang lain,” terangnya.

“Iya, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, ya saya akan hadiri. Kita ikuti saja proses hukum yang berlaku, semua kan ada jalurnya,” pungkas Bobby.

Sekedar diketahui, pemanggilan Bobby Jayanto oleh Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait sebuah pidatonya yang diduga bermuatan rasis.

Bobby Jayanto dilaporkan sejumlah Ormas dan LSM ke Mapolres Tanjungpinang dengan Nomor Laporan LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019 itu tentang dugaan pelanggaran Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Pidato berbahasa Tionghoa tersebut disampaikan salah satu Caleg terpilih DPRD Kepri ini kepada masyarakat pada sebuah acara Sembahyang Keselamatan di Pelantar II Tanjungpinang, pada Sabtu (8/6/2019) lalu. Pidato tersebut sempat viral dan menjadi perbincangan hangat masyarakat di media sosial. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *