Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Kepri » Batam » Bulan September 2019, Indonesia dan Singapura Gelar Latihan SAR Bersama
'

Bulan September 2019, Indonesia dan Singapura Gelar Latihan SAR Bersama

Foto: Basarnas Tanjungpinang.

Batam, sidaknews.com – Indonesia dalam hal ini diwakili Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengadakan rapat “Sarex Coordination Meeting XXXVII/2019” di Batam pada tanggal 8-12 Juli 2019.

Rapat tersebut membahas tentang latihan bersama antara Indonesia- Singapura yang akan dilaksanakan pada Bulan September 2019 di Tanjungpinang.

Adanya latihan SAR bersama antara Indonesia dan Singapura (Indopura) yang telah berjalan selama 36 tahun diharapkan banyak pihak bisa kian memperat hubungan kedua negara ini terutama dalam SAR.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar,S.Sos.,M.M. menilai penting untuk meningkatkan kerjasama atau latihan SAR dengan negara tetangga seperti Singapura mengingat sebuah insiden atau bencana berpotensi terjadi dalam waktu yang tak diduga.

“Jadi, jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, bencana atau sejenisnya kedua negara bisa lebih sigap untuk saling membantu dalam menangani kasus tersebut,” kata Didi Hamizar dalam sambutannya, usai menutup Sarex Coordination Meeting di Pos SAR Batam.

Seperti diketahui Indonesia letaknya sangat dekat dengan Singapura, dengan adanya kerjasama yang terus ditingkatkan pihaknya berharap ke depan bisa lebih membuat kedua negara ini lebih sigap dalam mengatasi sebuah bencana atau insiden jika sewaktu-waktu.

“Tentunya, kita tidak menginginkan terjadinya bencana atau sejenisnya, namun dengan upaya pelatihan SAR ini akan membuat kita semakin siap dan sigap untuk memberikan bantuan,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kapasitas kedua belah pihak, dalam latihan SAR kata Didi, juga berperan untuk menuntaskan misi penyelamatan di kawasan perbatasan atau masing-masing negara. Dengan begitu, maka misi SAR dari kedua negara bisa tercapai. Baik di kawasan Singapura maupun di Indonesia.

“Setidaknya setelah latihan ini, kapasitas kita untuk melakukan penyelamatan bertambah. Dan kita bisa lebih cepat untuk saling meminta bantuan ke Negara tetangga jika sewaktu-waktu terjadi bencana, insiden atau sejenisnya,” ungkapnya.

Latihan SAR Indopura yang merupakan latihan praktik di lapangan termasuk pemberian materi dinilai menjadi bekal dalam meningkatkan kapasitas masing-masing personel SAR untuk melakukan upaya penyelamatan.

Dalam memberikan bantuan sangat diperlukan kesigapan, karenanya bagi Didi, latihan SAR Indopura merupakan salah satu jawaban untuk mengatasi hal tersebut.

Di tempat yang sama, Direktur Air Traffic Service Division Singapura, Rosly Md Saad menegaskan dalam kerjasama Latihan SAR Indopura pihaknya tetap memprioritaskan misi penyelamatan jika sewaktu-waktu terjadi bencana atau sejenisnya baik di kawasan Singapura, kawasan perbatasan termasuk di wilayah Indonesia.

Kalau pun sewaktu-waktu terjadi persoalan politik antar kedua negara, baginya hal tersebut bukan hambatan untuk menerjunkan bantuan. “Salah satu tugas utama kami yakni memprioritaskan misi penyelamatan atau kemanusiaan. Jadi walaupun sewaktu-waktu ada persoalan politik biarkan pemerintah yang mengurusnya. Karena menjalankan misi penyelamatan tetap akan menjadi prioritas kami,” paparnya.

Lantaran bertetangga, ke dua negara menurutnya juga memiliki peran yang sama sama untuk saling memenuhi setiap kebutuhan bantuan yang diperlukan saat terjadi bencana atau insiden di wilayah Indonesia maupun Singapura.

“Dan saya harap, kerjasama yang baik ini bisa terus dilakukan, sehingga saat sekitar wilayah Singapura, kawasan perbatasan, Singapura termasuk Indonesia terjadi kasus kecelakaan, bencana atau sejenisnya hanya dengan by phone kedua belah pihak sudah bisa turun langsung untuk segera memberikan pertolongan,” pungkasnya.

Dari rapat tersebut dihasilkan Pokok Pembahasan Perencanaan Latihan dengan kesepakatan sebagai berikut:

1. Latihan gabungan kedua negara akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2019 antara Kansar Tanjung Pinang dan RCC Singapore
2. Briefing latihan akan dilaksanakan pada tanggal 10 September 2019
3. Debriefing akan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2019
4. Skenario Latihan simulasi kecelakaan penerbangan
5. Bentuk latihan gladi lapang
6. Lokasi latihan 30 Nm arah selatan kepulauan Tanjung Pinang
7. Unsur yang akan dilibatkan dari Basarnas KN SAR Purworejo KN 209 TPI dan BO 105 TPI

Dalam hal ini dari pihak Singapura diwakili oleh:

1. Rosly Saad selaku CAAS Director
2. Tai Kit selaku HD ATC
3. Jerry Lee selaku Head Operation Center
4. Briannazir Sharrif selaku CAAS SMC
5. Kevin Onh selaku Chief SAR
6. Hoke Jhao Dony selaku CAAS ANSG

Dan dari pihak Indonesia (BASARNAS) diwakili oleh:

1. Didi Hamzar, S.Sos.,M.M. selaku Direktur Kesiapsiagaan
2. Mu’min,S.E.,M.M. selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tg Pinang
3. Nanang Sigit P.H.,S.IP.M.M. Selaku Kasubdit Siaga dan Latihan
4. Mexianus Bekabel selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna
5. Fazzli,S.AP. Selaku Kasi Latihan
6. Andriansyah, S.AP. Selaku Kasi Rencana dan Pengembangan
7. Moch Arifin, S.A.N.
8. Nurrochim, S.Kom.
9. Resti Ambarsari, S.AP.
10. Windi Utami, S.E.

Sumber: Basarnas Tanjungpinang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *