Selasa , 25 Juni 2019
Home » Berita Foto » Bupati Buka Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan dan Sosialisasi Desa JKN

Bupati Buka Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan dan Sosialisasi Desa JKN

Kuala Tungkal, sidaknews.com – Bupati Tanjung Jabung Barat DR. Ir. H. Safrial, MS membuka secara resmi kegiatan Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan dan Sosialisasi Desa JKN-KIS di Pola Utama Kantor Bupati, Selasa (19/9/17). Turut hadir dalam kegiatan ini Sekdakab Drs. H. Ambok Tuo, MM, Kepala BPJS Cabang Jambi Dyah Maryanti, AAAK, Kadis Kesehatan dr. Hj. Andi Pada, M.Kes, Kepala BPJS Tanjabbar serta Camat se Tanjabbar serta kades dan Ketua KUD.

Pada kesempatan itu Bupati Safrial mengutarakan Pemkab Tanjabbar akan mengikutsertakan seluruh masyarakat Kabupaten Tanjabbar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal itu kata Safrial sesuai dengan Roadmap JKS-KIS 1 Januari 2019 seluruh masyarakat indonesia wajib menjadi peserta JKN-KIS.

Sementara saat ini baru terintegerasi Jaminan Kesehatan ke Program JKN-KIS sebanyak 1.500 atau 0,99 persen. “Jadi Pemkab bertekad akan menyelesaikan itu sebelum 2019. Ini tugas, PR para camat dan kades. Minimal semester pertama tahun 2018 sudah selesai,” ujarnya dihadapan para camat yang sengaja dihadirkan dalam acara ini.

Semua bisa dilakukan apakah mendaftarkan diri secara personal atau kolektif dengan swadaya, sebab kata Safrial hampir disetiap Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ada koperasi unit desa (KUD). “Yang belum tahu caranya segera belajar dengan desa-desa dan KUD yang telah mendapat apresiasi dan penghargaan oleh BPJS tersebut,” tambahnya.

Bupati juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada BPJS Cabang Jambi, telah memberikan penghargaan dan menjadikan 3 desa yakni Desa Bukit Harapan dan KUD Karya Jaya Kecamatan Merlung, Desa Delima dan Desa Purwodadi Kecamatan Tebing Tinggi sebagai pilot projet program Desa JKN-KIS, menuju Universal Health Coverage 2019.

Sebelumnya Kepala BPJS Cabang Jambi dr. Dyah Miryanti, AAAK, mengungkapkan dalam 3,5 tahun sejak adanya program JKN-KIS telah ada 180 juta atau 70 % masyarakat Indonesia telah menjadi peserta JKN-KIS. Pada Agustus 2017 tercatat sebanyak 151.040 jiwa atau 47,04 % menadi peserta, masih ada sekitar 52,96 % lagi yang menjadi PR untuk mencapai 100 % tahun 2019.

“Kami apresiasi tekad pak Bupati Safrial, PR tersebut di Tanjabbar bisa tuntas 100 % sebelum 2018. Saat ini saja sudah menginterintegerasikan Jaminan Kesehatan ke Program JKN-KIS sebanyak 1.500 atau 0,99 persen,” sebut Dyah Miryanti. Dyah berharap dengan penghargaan yang diberikan menjadi simulus kepada desa-desa dan KUD lainnya untuk mengikuti jejak rekannya tersebut untuk mengembangkan serta menjalankan program JKN-KIS di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Menurut Dyah bahwa masalah kesehatan menjadi penting untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di daerah setempat. “Kesehatan sama pentingnya dengan pendidikan, keduanya harus sama-sama berjalan, Pemkab Tanjabbar juga harapkan bisa menambah anggaran daerah untuk Desa JKN, sehingga diharapkan Tanjabbar bisa UHC pada tahun 2019,” pungkasnya. (Andi/Hms/Adv/Sosiety)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *