Jumat , 24 Mei 2019
Home » Berita Foto » Bupati Soekirman Buka Sarasehan ke-33 Yayasan BITRA Indonesia 

Bupati Soekirman Buka Sarasehan ke-33 Yayasan BITRA Indonesia 

Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Kapolres Sergai diwakili, Dandim 02/04 Deli Serdang diwakili,  Camat Pantai Cermin Benny Saragih, Direktur  Pusaka Indonesia, Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia Wahyudi serta ratusan anggota BITRA Indonesia.foto bersama usai kegiatan Sarasehan 33 BITRA Indonesia di Dusun II Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Rabu (13/3).

Sergai,  sidaknews.com – Yayasan BITRA (Bina Keterampilan Pedesaan)  Indonesia menggelar kegiatan Sarasehan ke- 33 yang berthemakan “Membangun Peradaban Bersama Rakyat Melalui Implementasi Nilai Nilai dalam Cakupan Inklusi Sosial” di Dusun II Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (13/3)

Hadir dalam sarasehan tersebut Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Kapolres Sergai diwakili, Dandim 02/04 Deli Serdang diwakili,  Camat Pantai Cermin Benny Saragih, Direktur  Pusaka Indonesia, Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia Wahyudi serta ratusan anggota BITRA Indonesia.

Sambutan Bupati Sergai Ir H Soekirman yang juga sebagai Pendiri BITRA Indonesia saat membuka Sarasehan 33 BITRA Indonesia mengungkapkan bahwa hari ini bertepatan dengan 37 tahun yang lalu saya beserta istri resmi menjadi suami dan istri. Dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan selamat atas sarasehan yang ke 33 yayasan BITRA Indonesia.

“Saya ingat saat itu, Yayasan BITRA Indonesia seperti halnya perahu kecil yang menghadapi berbagai macam badai, karang serta tantangan lain yang tengah dihadapi, hingga kini kami dapat melewatinya,” imbuhnya

Disampaikan Bupati, agar semua yang hadir disini bisa menerapkan ilmu sebagai insan yang ‘menjadi’, bukan sebagai insan yang ‘memiliki’.

Saat ini, beragam keberhasilan BITRA Indonesia dalam membina masyarakat marginal membuat saya semakin yakin di sarasehan yang ke 33 ini mampu menjadikan kita sebagai umat manusia bermanfaat bagi orang banyak, ungkapnya, terang Bupati.

Ditambahkan Bupati, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan perbedaan, namun perbedaan tersebut bukanlah penghambat dalam menuju tujuan negara, akan tetapi merupakan peluang dan kekuatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan, sebagai mana yang tercantum pada Pancasila, yakni sila yang ke 3 ‘Persatuan Indonesia’ yang merupakan kunci dalam mengelola perbedaan tersebut.

Inklusi Sosial dipahami sebagai sebuah upaya penting yang dapat mendorong keadilan dan kebersamaan dalam pembangunan nasional. melalui inklusi sosial ini maka setiap masyarakat dapat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan negeri, kata Soekirman.

Lebih lanjut, inklusi sosial setidaknya mencakup 3 bidang besar yang saling berkaitan yaitu pendidikan, sosial-budaya dan ekonomi. Dari ketiga bidang tersebut, peningkatan pendidikan merupakan prioritas yang paling mendesak karena dengan pendidikan anak dan remaja marginal bisa terbebas dari belenggu keterbelakangan, pungkas Bupati Soekirman.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia Wahyudi menyebutkan bahwa tidak terbayangkan yayasan ini bisa bertahan sampai saat ini, dengan tekad yang kuat sarasehan dapat diselenggarakan hingga mencapai 33 kali.

Sarasehan ini dibangun untuk tempat kita bertukar pikiran, mendapatkan pengetahuan yang baru. Apalagi sarasehan ini di ikuti sebanyak 11 Kabupaten/Kota se-Sumut, sebut Wahyudi. (RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *