Selasa , 25 Juni 2019
Home » Berita Foto » Bupati Soekirman Narasumber Pelaksanaan Pos Simpul Koordinasi (POSKO) Kota Tebing Tinggi

Bupati Soekirman Narasumber Pelaksanaan Pos Simpul Koordinasi (POSKO) Kota Tebing Tinggi

Bupati Sergai Ir H Soekirman saat menjadi nara sumber pada Pelaksanaan Pos Simpul (POSKO) yang digelar di Gedung Pertemuan Hj. Sawiyah Kota Tebing Tinggi, Selasa (25/9).

Sergai, sidaknews.com – Masalah pertanian merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan karena sebagai sumber pangan. Untuk meningkatkan hasil pertanian tersebut dibutuhkan strategi jitu dengan penerapan K5 yaitu Kebijakan dan membentuk Kelembagaan. Hal ini agar pertanian lebih sukses. Selain itu juga diperlukan Kebersamaan sehingga akan semakin sempurna jika disertai dengan Keseriusan dan Keberlanjutan. Saya dari pemerintah hadir dari K pertama yaitu kebijakan, yang membuat kebijakan yang arif dan bijaksana terkait pertanian.

Demikian dipaparkan Bupati Sergai Ir H Soekirman yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) serta Ketua DPW Perhiptani Sumut saat diminta sebagai narasumber Pelaksanaan Pos Simpul (POSKO) yang digelar di Gedung Pertemuan Hj. Sawiyah Kota Tebing Tinggi, Selasa (25/9), yang turut dihadiri Asisten Ekbang Kota Tebingtinggi M. Dimyathi, S.Sos, MTP, Kadis Kominfo Sergai diwakili Kabid PIKP H. Zainal Abidin, S.Pd, Kadis Ketahanam Pangan dan Pertanian Tebing Tinggi Marimbun Marpaung, SP, M.Si, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Sergai Ridwan Effendi Gultom, SP, MP, para narasumber, gapoktan, kelompok tani, GP3A, pelaku usaha kilang padi, serta unsur pertanian lainnya.

Pertanian organik, lanjut Bupati saat memaparkan materi yang berthemakan “Implementasi Kebijakan Gerakan Peningkatan Penerapan Pupuk Organik dan Permasalahannya di Kabupaten Sergai , adalah suatu usaha kegiatan pertanian guna melahirkan produk organik dengan mengikuti kaidah alam. Panca usaha tani menjadi awal revolusi hijau yang bermanfaat banyak guna pengembangan hasil usaha tani. Pertanian organik bukan pertanian tradisional yang masih kuno, karena pertanian organik juga tetap menyemprot, memupuk, menggunakan pestisida, namun semuanya yang selaras dengan alam sehingga siklus tanah, tanaman dan udara disekitar tidak mengalami perubahan secara total akibat zat kimia.

Saya datang hari ini untuk meyakinkan para hadirin sekalian bahwa pertanian organik merupakan kebijakan yang lebih menguntungkan kedepannya baik secara pribadi maupun kelompok. Kalau bisa yakin maka akan menjadi gerakan bersama masyarakat pertanian organik Kota Tebing Tinggi dan Sergai, bahkan bisa menjadi gerakan nasional. Berkaca dari negara Jepang, tahun 1988 lalu saat saya bersekolah pertanian organik dinegara tersebut telah menggalakkan program pertanian organik. Dengan metode pengusaha zat kimia tetap mengembangkan bidangnya, namun inovasi tanaman organik terus dikembangkan hingga sekarang dengan tujuan menjadikan generasi pemimpin dunia memiliki otak yang pintar berkat mengkonsumsi makanan yang sehat dan alami, imbuh Bupati.

Disebutkan oleh Bupati Sergai, terkait implementasi kebijakan dalam mengembangkan pertanian organik mulai dari tahap regional hingga internasional, terdapat organisasi Asia Local Government For Organic Agriculture (ALGOA) yaitu organisasi Asia yang menghimpun negara-negara pendukung pertanian organik, bahwa Sergai dan Binjai sudah menjadi anggotanya dan Kota Tebing Tinggi adalah mitra ALGOA yang sebentar lagi akan menjadi anggota.

Sementara untuk tingkat nasional ada organisasi Maporina, Asosiasi Organik Indonesia (AOI) dan Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) serta banyak lagi organisasi yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan pertanian organik di dunia. Saat ini isu pertanian organik sedang mencuat sebagai produk yang mendapat kelas tersendiri hingga di tingkat dunia, ungkap Soekirman.

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari penandatanganan MoU pengembangan dan pemasaran pertanian organik antara Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Sergai pada beberapa waktu yang lalu, hal positif yang dapat diambil adalah semakin banyak potensi dikembangkan akan menjadi kekuatan bagi daerah kita.

Kunci keberhasilan pertanian organik menurut saya adalah saat pemerintah sudah bersatu dalam komitmen pertanian organik, kemudian petani bekerjasama berbagi ilmu pertanian, lalu ada mahasiswa atau perguruan tinggi yang menciptakan ilmu dan inovasi yang memudahkan segala keperluan manusia. Hal tersebut semakin dapat dikenal masyarakat melalui penyebaran informasi lewat media, pungkas Soekirman mengakhiri paparnnya.

Sebelumnya Walikota Tebing Tinggi yang diwakili Asisten Ekbang M. Dimyathi, S.Sos, MTP saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas dilaksanakan kegiatan ini. Hal ini sebagai salah satu upaya penyampaian informasi yang diharapkan dapat menyatukan persepsi sebagai untuk meningkatkan motivasi dan wadah penyebarluasan informasi serta mendorong pelaku tani bersinergi dengan pemerintah daerah sebagai upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.

Beberapa hal dalam mendukung program pertanian kedepannya agar lebih maju, maka harus dilaksanakan antara lain melakukan pembinaan dan monitoring pemberian bantuan kepada petani, mematuhi pola dan jadwal tanam serentak, melakukan koordinasi kinerja P3A dan mendukung program pemerintah dalam pencapaian target pertanian, serta penyaluran pupuk bersubsidi yang baik, terang Walikota.

Sebelumnya Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi Marimbun Marpaung, SP, M.Si melaporkan bahwa kegiatan yang bertema “Penerapan Teknologi Budidaya Padi Organik” ini selain dihadiri Bupati Sergai dan narasumber dari UPT Otoritas Kompeten Ketahanan Pangan Daerah Provsu, Gapoktan, Poktan, P3A, pelaku usaha kilang padi, dan unsur pertanian lainnya.

Kegiatan ini dalam rangka mendukung klaster pertanian di Kota Tebing Tinggi serta bertujuan menyatukan persepsi dalam upaya meningkatkan motivasi dan kinerja produk tani dan sebagai wadah para petani guna meningkatkan produksi pertanian dan makanan olahannya. Pada kesempatan ini turut menjadi narasumber dari Kelompok Tani Subur Lubuk Bayas Sergai terkait keberhasilan pertanian organiknya, ungkap Marimbun. (RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *