Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Bupati Soekirman Terima Audiensi Petani Berprestasi di Sergai

Bupati Soekirman Terima Audiensi Petani Berprestasi di Sergai

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman didampingi Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno, MM dan Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA beserta jajaran foto bersama para Petani Berprestasi.di ruang kerja Bupati di Sei Rampah, Selasa (14/8) selepas audensi.

Sergai, sidaknews.com – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman didampingi Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno, MM dan Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA beserta jajaran menerima kunjungan audensi para Petani Berprestasi.di ruang kerja Bupati di Sei Rampah, Selasa (14/8).

Saat membuka audensi, Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA mengatakan bahwa sektor pertanian telah banyak memberikan andil bagi harumnya nama Kabupaten Sergai pada tingkat provinsi, nasional hingga internasional. Untuk itu, hari ini kita hadirkan para petani berprestasi seperti petani jamur, beras organik, pencipta mesin chopper blender (mesin penghancur limbah sawit), serta pelaku pertanian lain yang menjadi motivator bagi petani lainnya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Inilah para pahlawan pertanian yang dirasa layak mendapatkan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan selama ini untuk Kabupaten Sergai.

Pada kesempatan yang sama, petani jamur Edi Parianto menjelaskan bahwa dirinya telah melahirkan 5 varietas antara lain jamur susu atau disebut milky mushroom justru dengan teknologi manual dan otodidak. Harapannya agar dilakukan pelatihan guna pengembangan komoditi jamur di Sergai yang dirasa sangat potensial. Mengingat bahan baku yang sangat banyak tersedia antara lain jerami padi, diolah menjadi kompos lalu ditanami benih jamur. Setelah panen jamur, sisanya kembali dapat dipergunakan sebagai kompos untuk tanaman padi.

“Kita tahu banyak restoran di Medan justru malah memasok bahan baku jamur dari luar Sumatera. Kuat keyakinan jika komoditi jamur ini digalakkan, maka tentu pangsa pasar jamur dari Sergai akan mampu bersaing di pasaran kuliner terutama restoran dan hotel di Medan serta kota lainnya,” sebutnya..

Sementara Kamarudin selaku petani beras organik dari Desa Lubuk Bayas menyampaikan awal dahulu belajar dari yayasan Bitra. Kemudian melanjutkan pertanian organik dilahan masing-masing. Melalui tahap belajar dan terus belajar perlahan dapat meningkatkan produk padi organik walau dengan peralatan yang ada. Pemasaran masih tahap antar desa. Sampai saat ini telah berkembang ke desa lainnya dan sekarang telah dipercaya membimbing petani organik di Kota Tebing Tinggi. Harapannya agar dibantu permodalan guna menampung gabah hasil panen padi organik tersebut. Selain itu pengadaan gudang dan lantai jemur sangat diperlukan.

Hal senada disampaikan Parlan Sibarani selaku pelaku pertanian organik dari Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu. Dengan dukungan penuh dari Pemkab Sergai serta Bank Indonesia (BI), pertanian organik di daerah kami terus berkembang dengan pesat. Selain juga setuju dengan saran untuk lebih diperhatikan oleh Pemerintah Daerah, pada kesempatan ini diajukan untuk menjadikan daerah pertanian organik sebagai destinasi wisata. “Dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,3 hektar per keluarga, saya rasa ide ini akan sangat strategis guna meningkatkan taraf kehidupan masyarakat petani terutama petani organik”, terang Parlan.

Menambah pernyataan para petani, Nuriono, sosok dibalik penemuan berbagai alat-alat teknologi pertanian yang telah banyak meraih penghargaan tingkat daerah maupun nasional. Penemuannya cukup bermanfaat dan banyak dipakai petani dalam dan luar daerah, seperti power thresser yang berguna memudahkan petani memisahkan gabah padi. Kemudian ada Chopper Blender, alat untuk mengolah limbah sawit dapat dipergunakan sebagai pakan ternak. Saat ini sudah ada empat penemuan yang telah dipatenkan termasuk penghancur enceng gondok sebagai pakan ternak bebek. Dalam menciptakan penemuannya, Nuriono bukan hanya menilai teknologinya saja, namun aspek ekonomi dan manfaatnya juga sangat penting untuk diperhatikan.

Lain halnya dengan Amri, warga Kecamatan Perbaungan, selaku pelaku usaha jual beli bibit pertanian yang saat ini tengah menggalakkan sistem pelatihan kepada masyarakat. Tujuannya adalah ingin mengubah mainset petani agar lebih maju terutama pelestarian lingkungan hidup dan memanfaatkan lahan semaksimal mungkin.

Menanggapi pernyataan para petani berprestasi, Sekdakab Drs. Hadi Winarno, MM menyebutkankan bahwa dari sisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor pertanian belum tumbuh tinggi seperti yang diharapkan. Untuk itu harus ada langkah-langkah terobosan seperti beras organik. Dari sisi ekonomi hal ini sangat penting guna mendukung program yang menyentuh langsung kepada masyarakat agar program yang dilaksanakan pemerintah memang itu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selanjutnya kami sangat mendukung tentang rencana himbauan mengkonsumsi beras organik untuk kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dikelola melalui Koperasi Pegawai Negeri dan akan berkoordinasi untuk mewujudkan hal tersebut.

Sementara Bupati Sergai Ir. H. Soekirman menyampaikan sangat apresiasi kepada para petani berprestasi karena saat ini sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tertinggi Kabupten ini adalah dari pertanin pangan mencapai 44 persen. Sehubungan dengan tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini yaitu Kerja dan Energi, maka sangatlah pantas bahwa para petani berprestasi atas kerja dan energi yang diberikan guna mendapatkan penghargaan pada puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI Tingkat Kabupaten Sergai pada 17 Agustus nanti.

Maksud dihadirkannya para Petani Berprestasi ini nantinya agar kehadiran mereka dilihat oleh orang lain, bahwa akan tertarik untuk ikut meniru kerja dan energi yang telah dilakukan para petani berprestasi ini, dan kemudian semangat untuk melangkahkan kakinya melakukan usaha demi masa depan bangsa. Sumber daya alam kita ini masih mentah, jika tidak ada teknologi maka akan sulit kita kelola dalam mencapai daya yang lebih besar untuk kemaslahatan seluruh masyarakat.

Hari ini tentu dalam soal penghargaan, ada yang sudah lalu, sedang dan akan dilaksanakan. Pertimbangannya dapat dilihat atas prestasi yang dicapai. Saya melihat banyak sekali bantuan-bantuan pemerintah yang sampai ke masyarakat setahun atau dua tahun kemudian justru rusak dan terbengkalai. Tentu sangat disayangkan hal tersebut banyak terjadi. Sebagai contoh banyaknya bantuan rumah kompos, namun tidak dioperasikan dengan baik sehingga hanya menumpuk percuma. Mari kita berkaca dari kota Surabaya yang maksimal dalam pemanfaatan sampah plastik yang dipergunakan maksimal untuk bahan keperluan sehari-hari, kita hendaknya dapat melakukan hal yang sama.

Dapat saya sampaikan disini, sejak tahun 1990 lalu ada sebuah kelompok pertanian yang dibantu yayasan Bitra Indonesia, dan sampai sekarang kegiatan usahanya masih berjalan dengan baik. Hal ini hendaknya sebagai pemukul bagi kalangan kelompok masyarakat yang menerima bantuan pemerintah, namun justru mengabaikannya hingga rusak dan tidak terpakai.

Memang adalah tugas dan peran pemerintah untuk memperhatikan dan memberikan bantuan sebesar-besarnya kepada para petani, namun kebanyakan tidak maksimal dan bahkan tidak dipergunakan. Untuk itu agar dapat dikaji ulang pemberian bantuan dari pemerintah untuk diberikan kepada kelompok yang benar-benar memerlukan dan dapat memaksimalkan bantuan yang diberikan tersebut. Selain itu perlu dilakukan koreksi atas kelembagaan kelompok-kelompok pertanian yang ada, agar jangan kembali dikuasai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kemudian untuk membantu distribusi beras organik, Pemerintah Daerah akan merencanakan himbauan untuk mengkonsumsi beras organik untuk kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dikelola melalui Koperasi Pegawai Negeri. Termasuk juga rumah sakit milik pemerintah untuk menjadi pelanggan dalam mengkonsumsi beras organik lokal Sergai untuk konsumsi pasien.

Sehubungan perkembangan aplikasi pertanian telah diterapkan diberbagai negara seperti India yang menggunakan drone dalam pemanfaatan aplikasi teknologi pertanian. Kemudian ada Grab Traktor, yaitu penyewaan traktor bagi petani, sehingga petani tidak perlu harus membeli traktor lagi.

Hal demikian adalah agar bagaimana pada peringatan 17 Agustus 2018 ini kita dapat bangkit, karena tantangan bagi kita agar dengan gerakan bangkit ini kita dapat terekspos dan momen para pegiat petani akan ditampilkan pada 17 Agustus nanti adalah bentuk Pemkab Sergai yang sangat menghargai jasa para pahlawan-pahlawan pertanian yang telah berjuang demi masyarakat. “Teruslah melakukan gerakan pembangunan agar Sergai ini dapat semakin unggul, inovatif dan Berkelanjutan”, pungkas Bupati. (RH)

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman didampingi Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno, MM dan Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA beserta jajaran menerima kunjungan audensi para Petani Berprestasi.di ruang kerja Bupati di Sei Rampah, Selasa (14/8). (Han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *