Senin , 24 Juni 2019
Home » Berita Foto » Cegah Kebakaran Hutan, Babinsa Batang Angkola Aktif Gelar Sosialisasi dan Patroli

Cegah Kebakaran Hutan, Babinsa Batang Angkola Aktif Gelar Sosialisasi dan Patroli

Babinsa Koramil 11/BA ketika melakukan sosialisasi Karhutla di Desa Sitampa, Simatoras. Sosialisasi bertujuan agar warga tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan.

Tapsel, sidaknews.com – Pembakaran lahan yang kerap dilakukan masyarakat ketika membuka lahan perkebunan dan pertanian yang mana oleh masyarakat dianggap lebih mudah dan hasilnya akan lebih maksimal untuk bercocok tanam. Hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh minimnya pengeluaran modal bagi para petani.

Kegiatan yang dilaksanakan tersebut telah sesuai dengan instruksi dari Komandan Distrik Militer 0212/TS, Letkol Inf Akbar Nofrizal Yusananto S.IP yang memerintahkan kepada para Danramil jajaran agar Babinsa di satuannya untuk melaksanakan Komsos tentang sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat di satuan wilayah kerja masing-masing.

Menindaklanjuti perintah tersebut, PLH Danramil 11/BA, Lettu INF Saiful Abdi, juga telah memerintahkan kepada para prajuritnya dalam hal ini Babinsa untuk segera melaksanakan Komsos tentang pencegahan Karhutla kepada warga masyarakat di wilayah binaan masing-masing.

Guna mencegah terjadinya kebiasaan buruk tersebut yang selalu membuka lahan dengan cara membakar, maka Babinsa koramil 11/BA melalui Koptu Ak Daulay menggelar sosialisasi bersama BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di Desa Sitampa Simatoras, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel, Jumat (14/6) sekaligus patroli di wilayah binaannya tentang larangan membakar lahan perkebunan dan pertanian berupa sosialisasi cegah Karhutla dan dasar hukumnya kepada warga binaannya.

“Pada Pasal 69 ayat (1) huruf h dan Pasal 108 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah dijelaskan bahwa setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, setiap orang yang melakukan pembakaran lahan dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 3.000.000,00 dan paling banyak RP 10.000.000.000,00,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga meminta peran aktif masyarakat untuk ikut serta memberikan himbauan kepada masyarakat lainnya tentang dampak kesehatan yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan.

“Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dengan dampak cukup besar bahkan bagi segi ekonomi,” jelasnya .

Karena bagi pelaku Karhutla yang bersangkutan sudah membuat pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat banyak. “Jadi kami imbau masyarakat tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan dan hutan di wilayah kecamatan Batang Angkola, khususnya di Desa Sitampa Simatoras,” tegasnya.

Di tempat terpisah, PLH Danramil 11/BA, Lettu INF Saiful Abdi membenarkan hal tersebut. “Ini merupakan kegiatan yang harus dikerjakan, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat tidak melakukan Karhutla. Karena hal itu memberikan dampak yang besar bagi kesehatan dan kemajuan perekonomian di wilayah kita,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Sitampa Simatoras, Maiuddin Siregar mengucapkan terimakasih kepada TNI dalam hal ini Babinsa Koramil 11/BA karena begitu besar kepeduliannya terhadap masyarakat.

“Sehingga masyarakat dapat paham dan mengerti tentang larangan pembakaran hutan dan lahan serta sanksi hukumnya,” imbuhnya. (Sabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *