Sabtu , 20 April 2019
Home » Daerah » Babel » Deddy Hartady: Tanaman Sorgum Cocok Ditanam di Lahan Kritis

Deddy Hartady: Tanaman Sorgum Cocok Ditanam di Lahan Kritis

Tanaman Sorgum di lahan bekas tambang di Babel.

Pangkalpinang, sidaknews.com – Apa kabar tanaman sorgum di lahan Islamic Center, lahan eks tambang? Dan Pendampingan Kerjasama Pembibitan, Penanaman dan Budidaya Sorgum serta restorasi eks tambang di sebuah lahan milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?.

Setelah satu bulan sejak ditanam perdana, tanaman sorgum di lahan Islamic Center Parit Enam milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) oleh Gubernur Kep Babel bersama unsur Forkompinda Babel beberapa waktu lalu pada 5 Maret 2019 lalu, sejumlah pewarta Babel mencoba ingin mengetahui perkembangannya.

Kepada wartawan, Deddy Hartady, Koordinator Tim Sorgum Babel menyampaikan bahwa pertumbuhan tanaman sorgum yang ditanam oleh Gubernur Kep Babel, Erzaldi Rosman bersama jajaran Forkompinda Babel saat menunjukkan perkembangan yang baik dalam pertumbuhannya.

“Alhamdulillah… sorgum yang ditanam di lahan Islamic Center tumbuh dengan subur, sekarang rata-rata tingginya sudah diatas 90 cm dan akarnya sudah mulai kuat dan keluar dari batangnya,” kata Deddy kepada sejumlah wartawan saat ditemui usai mengisi narasumber  acara  seminar penyuluhan pertanian tentang potensi pengembangan agribisnis  sorgum sebagai komoditas unggulan baru, di Fakultas Pertanian Universitas Bangka Belitung, Desa Balun Ijuk Kecamatan Batu Rusa, Kabupaten Bangka, Senin (15/4/2019).

Dijelaskan Deddy, bahwa tanaman sorgum sangat cocok dan mudah ditanam baik di lahan gambut maupun di lahan kritis, hanya saja di lahan kritis seperti bekas lahan tambang dibutuhkan  penanganan yang khusus yakni  disarankan melakukan perawatan secara teratur dan memperhatikan unsur hara atau keasaman tanah.

“Seperti diketahui sebelumnya dilakukan restorasi dengan penanaman sorgum di lahan Islamic Center, dulunya lahan milik Pemprov tersebut dipenuhi lubang bekas cam, kemudian HPI Babel melakukan penimbunan dan pemerataan, hampir sebagian unsur  tanahnya mengandung tanah liat dan berpasir, namun dengan penanganan yang intensif, tanaman sorgum dapat tumbuh dengan subur di lahan bekas tambang,” jelas Deddy.

Kemudian, sambung inisiator gerakan tanam dan budidaya tanaman sorghum Babel ini menambahkan, bahwa saat ini HPI Babel bersama mitra sudah menanam tanaman sorghum di lahan Islamic Center Parit Enam seluas 3 hektar.

Dan HPI Babel juga sudah melakukan pekerjaan tahap II pemerataan dan penimbunan kolong eks tambang seluas 4 hektar dan sudah siap ditanam sorgum.

“Seluruh lahan yang dikelola oleh HPI Babel seluas 9 hektar, sisanya digunakan untuk membuat kolam atau kolong air untuk sumber air baku penyiraman tanaman sorgum,” kata Deddy yang juga seorang Widyaswara Badan Diklat Pemprov Babel ini.

Sementara itu, Ketua Rikky Fermana Ketua HPI Babel, membenarkan bahwa ada 4 hektar yang sudah dilakukan cut and fill atau pemerataan dan siap ditanam sorgum maupun tanaman lainnya.

“Seizin bapak Gubernur, rencana kami seluas 1 hektar akan kami tanami tanaman rumput gajah, dan selain dikelola untuk mendukung mensukseskan gerakan tanaman dan budidaya tanaman sorgum Babel, kami juga akan mengelola untuk peternakan penggemukan sapi,” pungkas. (Sns/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *