Minggu , 19 November 2017
Home » Berita Foto » Dibalik Dugaan Korupsi Proyek SPAM Anambas, Ada Siapa ?

Dibalik Dugaan Korupsi Proyek SPAM Anambas, Ada Siapa ?

Pipanisasi terlihat dengan jelas, tanpa ada galian.

Tanjungpinang, sidaknews.com – Gencarnya pemeriksaaan terhadap proyek SPAM Anambas tahun 2014-2015 menelan anggaran 30 Miliar, pemeriksaan kali ini BPKP Provinsi Kepri sedang melakukan audit di lapangan, sejumlah pejabat turut di periksa.

Sebelumnya, Tim Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) sudah menerjunkan tim penyidiknya ke kabupaten Anambas beberapa bulan lalu di dampingi dari pejabat vertikal.

Perlu diketahui, dasar BPKP untuk mengaudit Proyek SPAM Anambas atas permintaan penyidik.

Kasus dugaan korupsi SPAM Anambas tahun 2014-2015 telah dilaporkan oleh salah satu penggiat pemirhati anti korupsi yang tidak lain ICTI-Ngo kepri, Proyek tersebut menelan dana dengan nilai kontrak sebesar 28 Miliar.

Berdasarkan hasil observasi lapangan terhadap semua jenis pipa, baik pipa transmisi, pipa distribusi, pipa SR, maupuan eksesoris pipa tidak ditemukan pipa ber-SNI sebagaimana dimaksudkan pada spesifikasi pekerjaan, harganya pun telah di mark-up.

Adanya dugaan mark up dalam pengadaan water meter, juga pada Pengadaan dan Pemasangan Reservoar Baja kapasitas 300 M3, plat baja yang digunakan bukan plat baja ber SNI, karena bekas potongan plat nampak sudah karatan.

Impormasi yang di peroleh Media ini, sebelum proyek ini di lelang pada tahun 2014, pihak perencanaan telah menganggarkan sekitar Rp15 M, Namun di tahun berikutnya proyek ini bertambah menjadi Rp30 Miliar atau dua kali lipat. Lalu ini kerja siapa? dan siapa biang keroknya?

Tidak menutup kemungkinan Proyek yang menelan anggaran Rp28 Miliar tersebut, Ada “Aktor intelektual” di dalam proyek ini.

Tentunya, Bagi-bagi kue atau istilah sukses fee tidak terlepas dari masalah ini, namun dibalik permain ini siapa yang tau dan kemana aliran dananya, apalagi sejumlah material yang dibelanjakan hampir menyeluruh di Mark-Up harganya, selain itu Pipanisasi juga tidak Ber-SNI.

Tambah Kuncus, “kita Aspresiasi kinerja Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) yang telah bekerja hingga turun ke Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi SPAM Anambas TA 2014-2015, dengan nilai kontrak Rp28 Miliar. Mudah-mudahan kasus ini segera di limpahkan, “terangnya. (Red)

Check Also

Buka MTQ XXXIII di Idi, Gubernur Puji Kinerja Bupati Aceh Timur

IDI, sidaknews.com – Gubernur Aceh, drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc, memuji kinerja dan kerja keras …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *