Jumat , 24 Mei 2019
Home » Berita Foto » Diduga Kelelahan, Seorang Petugas KPPS Meninggal Dunia di Labuhanbatu

Diduga Kelelahan, Seorang Petugas KPPS Meninggal Dunia di Labuhanbatu

Suasana rumah duka di kediaman salah satu petugas KPPS, almarhumah Eva Arnaz Hasibuan usai prosesi pemakaman dilakukan. Foto: Dody 

Labuhanbatu, sidaknews.com – Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019,  bernama Eva Arnaz Hasibuan (31) meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat bertugas, Sabtu (20/4/2019) di Rumah Sakit Umum Daerah Rantauprapat.

Eva yang merupakan warga Lingkungan Perlayuan 1, Kelurahan Pulo Padang tersebut, bertugas sebagai anggota KPPS di TPS 21, Kelurahan Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu sejak tanggal 17 April 2019.

Sementara itu, Jumidi selaku Kepala Lingkungan Perlayuan 1 Kelurahan Pulo Padang yang juga orangtua Eva saat ditemui wartawan Minggu (21/4/2019 ) di rumah duka mengungkapkan bahwa, kondisi almarhumah mulai “ngedrop” setelah bertugas sebagai anggota KPPS di TPS 21.

“Sampai di rumah, sekira pukul 03.00 dini hari, anak kami Eva sudah lemas terlihat. Dan berjalan pun sudah oyong. Nafasnya sesak. Melihat itu, kami langsung membawanya ke klinik Bidan Nani yang di jalan Nenas,” ungkap Jumidi.

Lebih lanjut Jumidi mengatakan, setelah satu malam berada di salah satu klinik di jalan Nenas, Kecamatan Rantau Utara, Eva pun dibawa pulang ke rumah.

Dirasa tak membaik, pihak keluarga pun membawa Eva ke RSUD Rantauprapat, pada Jumat (19/4/2019) malam. “Dan, Sabtu (20/4/2019) Bekisar pukul 04.00 wib dini hari, anak kami Eva mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Rantauprapat,” tambahnya.

Jumidi juga sangat menyayangkan tugas di TPS 21 tersebut yang berlangsung hingga larut malam. Karena hal itu, sangat berpengaruh bagi anggota yang bertugas disana. Padahal menurut Jumidi, sebelumnya anaknya tidak memiliki penyakit kronis.

“Apalagi usianya masih tergolong muda. Selama ini, dia sehat-sahat saja. Memang, itu semua takdir dari Yang Maha Kuasa. Kami pihak keluarga hanya bisa pasrah saja. Yang membuat kami sedih, almarhumah meninggalkan dua orang anak yang masih balita,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua KPUD Labuhanbatu Wahyudi belum berhasil dikonfirmasi terkait hal tersebut. Meskipun telah dihubungi ke nomor selulernya, namun tidak dijawab.

Sementara itu, salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Labuhanbatu, Muhammad Syafril ketika dihubungi wartawan membenarkan kabar duka cita tersebut dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang tertimpa musibah.

Almarhumah Eva Arnaz sempat diopname selama dua hari. Namun, staminanya menurun drastis pada Sabtu pagi hingga akhirnya meninggal dunia.

“Memang benar ada petugas KPPS di Kelurahan Pulo Padang TPS 21 meninggal dunia tadi pagi dan saya mendapat kabar Magrib tadi dari kecamatan,” katanya.

Syafril menduga, jika ibu dua orang anak ini memiliki riwayat penyakit dalam dan diduga saat itu Eva terlambat makan sehingga tidak ada asupan energi saat penugasan pemungutan suara dan melakukan penghitungan suara.

“Beliau sudah dimakamkan. Diketahui memang ada riwayat penyakitnya dan saat bertugas mungkin perutnya lagi kosong sehingga masuk angin,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan menaruh perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

Selain itu, sambung dia, saat ini tahapan pemilihan umum secara serentak 2019 di Kabupaten Labuhanbatu memasuki sidang pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.

“Besok kami akan melayat ke rumah duka dan saat ini tahapan Pemilu memasuki rapat pleno rekapitulasi di seluruh kecamatan,” jelas Muhammad Syafril yang akrab disapa Ucok ini. (Dody)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *