Senin , 15 Oktober 2018
Home » Gallery » APBD Kepri Akhirnya Disahkan Sebesar Rp. 3.056 Triliun

APBD Kepri Akhirnya Disahkan Sebesar Rp. 3.056 Triliun

 

         

         

                

 

Setelah melalui lobi panjang yang melelahkan, DPRD Kepulauan Riau akhirnya mengesahkan Rancangan APBD menjadi Perda melalui Rapat Paripurna, Kamis (7/1/2016). DPRD Kepri secara bulat menyetujui APBD 2016 sebesar Rp. 3,056 triliun.

Sebelum disahkan, terjadi tarik ulur antar-anggota dewan, sehingga pengesahaan RAPBD beberapa kali sempat molor.  Puncaknya terjadi pada Sabtu 26 Desember 2016, di mana tiga wakil pimpinan dewan, yakni Jumaga Nadeak (Ketua), Riski Faisal (Ketua II) dan Amir Hakim Siregar (Ketua III) tidak hadir dalam Paripurna.

Melalui rapat yang dipimpin oleh Husnizar Hood dari Partai Demokrat, walau tidak kuorum, RAPBD tetap 2016 disahkan. Keputusan ini berbuntut panjang karena para anggota dewan lain dan unsur pimpinan yang tidak hadir keberatan dan merasa dilangkahi.

Mereka melaporkan rapat yang dipimpin oleh Husnizar Hood yang disebut tidak sesuai mekanisme dan tata tertib dewan.

Laporan mereka kemudian ditanggapi oleh Kemendagri dan meminta DPRD Kepri untuk segera menyempurnakan laporan mereka. Surat Mendagri dengan Nomor: 903/4165/Keuangan Daerah tentang RAPBD Kepri kemudian direspon oleh anggota DPRD Kepri.

Lobi berbagai pihak serta masukan yang dialamatkan kepada anggota DPRD pun kian gencar. Akhirnya, Kamis 7/1/2016, APBD Kepri Tahun 2016 pun disahkan. Pengesahan APBD Kepri 2016 ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jumaga Nadeak didampingi wakil ketua I, II dan III. Dari 43 anggota dewan, hadir 34 orang. Hal ini berarti telah memenuhi kuorum, sebagaimana aturan bahwa minimal anggota yang hadir harus 2/3 anggota.

Dalam rapat ini, turut hadir Penjabat Gubernur Kepri Nuryanto, Sekdaprov Kepri Robert Iwan Loriaux serta seluruh pejabat eselon II. Sementara yang membacakan laporan akhir Badan Anggaran sendiri adalah wakil ketua Amir Hakim Siregar.

Seluruh fraksi di DPRD Kepri menyetujui nota keuangan dan Ranperda APBD 2016 sebesar Rp 3,056 triliun. Fraksi tersebut adalah PDIP, Golkar, Demokrat-Gerindra, Hanura Plus, PKS-P3 dan Fraksi Kesatuan Nasional.
Meski suasana awal sidang terlihat tegang, namun secara keseluruhan berjalan lancar dan tidak ada hambatan berarti. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak.

Dalam sambutannya, Jumaga Nadeak mengapresiasi kinerja Agung Mulyana, penjabat Gubernur yang lama. “Selamat dating saya ucapkan kepada Bapak Nuryanto, Penjabat Gubernur Kepri baru. Ke deapn semoga kita dapat bersinergi dengan baik untuk membangun Kepri,” kata Jumaga.

Dalam rapat paripurna ini, para pimpinan DPRD kepri dan Penjabat gubernur Kepri Nuryanto ikut menandatangani berkas.

Sementara Penjabat Gubernur Kepri Nuryanto mengucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota dewan yang telah secara bersama merancang, menyusun, membahas hingga mengesahkan APBD tahun 2016.

“Mari kita bersyukur kepada Allah SWT, dan terimakasih kepada seluruh anggota DPRD Kepri. Dengan disahkannya APBD Kepri 2016 ini, akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kepri,” ujar Nuryanto. (Red/Adv/hms)