Senin , 10 Desember 2018
Home » Gallery » Festival Pulau Penyengat

Festival Pulau Penyengat

 

Festival Pulau Penyengat (FPP) yang berlangsung di pulau sejarah Pulau Penyengat Indrasakti Tanjungpinang resmi dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata Republik Indonesia(Kemenpar RI), Dra. Esthy Reko Astuti, M.Si, di Balai Adat Pulau Penyengat Tanjungpinang, Sabtu (20/2).

Dalam sambutan pidatonya, Esthy Reko Astuti menyatakan bahwa pemerintah pusat siap mendukung setiap pelaksanaan event pariwisata didaerah, dan festival pulau penyengat ini tidak saja menjadi agenda tahunan. Akan tetapi akan menjadi event Nasional dari daerah Provinsi Kepri.

Dirinya mengakui bahwa Pulau Penyengat merupakan destinasi pariwisata Tanjungpinang yang sangat luar biasa. Selain itu, kata Esthy, sejak sekolah dasar ia telah mengenal Gurindam 12, dan sejak berkecimpung di pariwisata juga dirinya baru mengetahui ternyata Gurindam 12 berasal dari Pulau Penyengat.

Menurut Esthy, Kepri memiliki banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan. Salah satunya Pulau Penyengat.

“Artinya pulau ini memiliki daya tarik wisata yang harus diangkat,” ungkapnya.

Destinasi wisata yang dimiliki Pulau Penyengat, perlu dipromosikan secara bersama mulai dari pusat hingga kerjasama lintas sektoral sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan dunia.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Esthy Reko Astuti saat menyampaikan Pidato Sambutan di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/2)

Oleh karena itu, sambung Esthy, dapat meningkatkan target pengunjung wisatawan baik dalam dan luar negeri. Disamping itu juga, dirinya mengajak semua pihak ikut melestarikan budaya yang ada di Kepri serta memberdayakan masyarakat lokal.

“Nantinya akan berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat. Setiap ada event, masyarakat harus dilibatkan sehingga event benar-benar dirasakan bersama,” harapnya.

Selain itu, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyampaikan terimakasih kepada Kemenpar RI yang telah memprakarsai kegiatan festival Pulau Penyengat ini.”Mudah-mudahan festival Pulau Penyengat menjadi prioritas untuk pengembangan pariwisata budaya di Kepri, khusunya Tanjungpinang,” ucapnya.

Dikatakan Lis, festival Pulau Penyengat ini bisa menjadi momentum penting guna melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah di Provinsi Kepri terutama Tanjungpinang.

Dengan kerjasama Kemenpar, Dinas Pariwisata Provinsi Kepri dan Disparbud Kota Tanjungpinang, Pulau Penyengat dapat dipromosikan secara Nasional dan Internasional, dan festival ini bisa dijadikan sebagai agenda wisata Nasional mengingat Penyengat merupakan sejarah bangsa melayu.

“Dengan demikian, festival budaya dan olahraga ini menjadi daya tarik tersendiri yang akan meningkatkan target pengunjung wisatawan di Provinsi Kepri,” kata Lis.

Meskipun diguyur hujan, lanjut Lis, terlihat masyarakat dan para peserta tetap semangat mengikuti kegiatan.”Kalaupun hujan terus bersamaan dengan kegiatan, sudah menjadi kehendak Allah SWT, dan mudah-mudahan hujan ini membawa berkah,” pungkasnya.
Para Tamu Undangan yang Hadir di Acara Pembukaan Festival Pulau Penyengat (FPP) di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/2)

Meski terus diguyur hujan lebat, festival pulau penyengat tetap berlangsung khidmad. Para peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri tetap antusias menyemarakkan festival budaya yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata RI.

Festival Pulau Penyengat berlangsung selama lima hari dari tanggal 20 sampai dengan 25 Februari 2016. Festival menampilkan beragam seni dan budaya Melayu di Kepulauan Riau, seperti lomba Gurindam 12, lomba jong, sampan layar, layang-layang, gasing, lomba masak kuliner melayu, melukis, pantun, fashion show, fotografer, pompong hias, becak hias, serta lomba bercirikan budaya melayu lainnya.

Pembukaan Festival Pulau Penyengat ditandai dengan pemukulan Marwas oleh Deputi Kemenpan, didampingi Kapolda Kepri, Wakapolda Kepri, Sekdaprov, Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd, Sekdako Tanjungpinang, Drs. Riono, M. SI, serta Jajaran FKPD.

Acara tersebut dihadiri juga, Asisten, Staf Ahli, jajaran SKPD, Camat, Lurah, dilingkup pemko Tanjungpinang, Ketua TP-PKK, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, SH, Ketua GOW, Juariah Syahrul, Ketua DWP, Ersa Famella, Pejabat provinsi, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Tamu dari Singapore, Malaysia, Selangor, Brunai Darusallam, Thailand, Philipine, Australia, Ketua Palayang Se-Asia Tenggara, Ketua Lam Provinsi dan Kota Tanjungpinang, toko masyarakat, serta rekan-rekan dari Kementrian Pariwisata RI.