Selasa , 22 Januari 2019
Home » Berita Foto » Hadirkan 29 Saksi Sekaligus, Hakim Apresiasi Jaksa

Hadirkan 29 Saksi Sekaligus, Hakim Apresiasi Jaksa

Suasana persidangan kasus dugaan korupsi dana proyek pasar moderen Natuna. Jaksa menghadirkan 29 saksi sekaligus dalam sidang ini. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Sidang kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan pasar moderen Kaupaten Natuna tahun 2014-2015 dengan delapan terdakwa mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (11/12).

Kedelapan terdakwa tersebut yakni Lukman Hadi, Muhammad Basyir, Dimas, Z Heri, Minwardi, Muhammmad Assegaf, Duwi dan Nursyamsi. Sudarnadi, satu lagi yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini belum bisa disidangkan karena sedang sakit.

Sidang perdana ini beragendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa. Usai pembacaan dakwaan, sidang langsung dilanjutkan ke pemeriksaan saksi, hal ini karena terdakwa tidak mengajukan eksepsi.

Ada 29 saksi sekaligus dihadirkan jaksa. Saksi tersebut yakni Sekda Natuna, Pegawai di Dinas PU Natuna, ULP, Pengawas Lapangan, Konsultan Pengawas, pihak Perbankan.

Humas PN Tanjungpinang Santonius Tambunan mengatakan, jika kehadiran saksi yang cukup banyak tersebut tidak menjadi permasalahan dalam proses persidangan.

“Kita mengapresiasi kinerja kejaksaan yang mengadirkan saksi yang sedemikian banyak tersebut,” kata Santonius yang juga menjadi pimpinan majelis hakim dalam perkara ini.

Dari informasi yang didapat, sambung Santonius, penghadiran saksi banyak sekaligus tersebut berdasarkan berbagai alasan, salah satunya karena jarak tempat tinggal para saksi yang cukup jauh.

“Dengan menghadirkan saksi banyak ini sehingga memudahkan mobilisasi transportasi dan lain-lain, apalagi saat ini sudah memasuki akhir tahun,” katanya.

Santonius mengatakan, meski jaksa menghadirkan saksi banyak sekaligus, proses persidangan diyakini akan berjalan secara objektif.

Sementara itu, Dodi, salah satu jaksa yang menangani perkara ini mengatakan, para saksi yang dihadirkan mempunyai keterkaitan dalam perkara tersebut.

Dalam dakwaan jaksa, para terdakwa didakwa melanggar pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 KUHP.

Sedangkan dugaan perkiraan kerugian negara yang timbul dalam perkara ini ditaksir sekitar Rp 4,8 miliar. Proyek multiyears tersebut dianggarkan sekitar Rp 36 miliar yang dananya bersumber dari APBD Natuna.

Sampai berita ini dilansir, proses persidangan masih berlangsung. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *