Sabtu , 25 Mei 2019
Home » Berita Foto » Hakim Perintahkan Jaksa Menahan Terdakwa Kasus Penganiayaan Bidan

Hakim Perintahkan Jaksa Menahan Terdakwa Kasus Penganiayaan Bidan

Dokter Yusrizal Saputra, terdakwa kasus dugaan penganiayaan saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Selasa (30/4). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) kepada Dokter Yusrizal Saputra, yang menjadi terdakwa kasus dugaan penganiayaan pada seorang bidan berinisial D.

Perintah penahanan tersebut dibacakan majelis hakim yang dipimpin Admiral SH MH usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan seluruh isi dakwaannya dalam perkara tersebut pada sidang yang digelar, Selasa (30/4).

Dalam penetapannya, hakim memerintahkan JPU agar melakukan penahanan di Rutan pada terdakwa yang saat perkara ini ditangani kejaksaan, terdakwa hanya dikenakan tahanan kota dengan jaminan.

“Memerintahkan penuntut umum melaksanakan keputusan ini,” terang majelis hakim membacakan penetapannya.

Sejumlah pertimbangan disampaikan hakim dalam penetapan tentang penahanan terdakwa di Rutan selama akan menjalani proses persidangan, salah satunya asas persamaan kedudukan di hadapan hukum (equality before the law).

Pantauan di lapangan, usai sidang digelar, terdakwa terlihat menangis di hadapan sejumlah sanak keluarga dan kerabatnya yang datang ke persidangan untuk memberikan dukungan. Selanjutnya, petugas membawa terdakwa ke Rutan Tanjungpinang.

Sementara itu, Andi Muh Asrun, kuasa hukum terdakwa mengatakan, pihaknya berencana akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim.

“Kita menyesalkan penahanan ini. Saya kira gak perlu, kecuali klien saya kriminal misalnya. Kemudian yang harus dipertimbangkan juga adalah penderitaan selama ini yang dialaminya, istrinya keguguran,” kata Andi. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *