Minggu , 18 November 2018
Home » Berita Foto » Jelih Dalam Memilih Produk Kerupuk

Jelih Dalam Memilih Produk Kerupuk

Oleh: Stefhanie Mahasiswi Teknologi Pangan Universitas Surya

Salah satu jenis kerupuk yang dipasarkan.

Kerupuk merupakan salah satu makanan yang tidak asing lagi di telinga kita, selain sebagai camilan kerupuk juga banyak dikonsumsi sebagai makanan pendamping. Ragam dan jenis kerupuk yang kita kenal tentu sangatlah banyak, mulai dari kerupuk udang sampai kerupuk bawang.

Tapi tahukah kalian bahwa kerupuk yang kita makan belum tentu aman dikonsumsi? Dalam proses pembuatan kerupuk tidak jarang banyak produsen nakal yang tidak mementingkan kebersihan dan keamanan saat membuat produk kerupuk itu sendiri.

Bahaya yang ada dalam produk kerupuk sangatlah beragam, mulai dari bahaya karena adanya kontaminasi pada produk hingga bahaya karena penambahan bahan yang tidak dianjurkan bagi bahan pangan. Proses pembuatan kerupuk yang aman dan bersih dimulai dari pemilihan bahan baku, dimana bahan baku yang baik adalah bahan baku yang memiliki mutu baik, seperti dalam pembuatan kerupuk udang. Bahan dasar pembuatan kerupuk udang ialah udang, tepung, telur, garam, gula, dan bumbu penyedap.

Nakalnya produsen kerupuk ialah mereka banyak menggunakan udang yang tidak layak untuk dikonsumsi atau dengan kata lain udang yang telah mulai busuk, penggunaan udang yang telah membusuk tentu saja tidak lagi aman untuk dikonsumsi. Udang yang telah membusuk mungkin saja telah tercemar oleh bakteri – bakteri yang dapat menyebabkan penyakit bagi manusia, ditambah lagi dengan proses pengolahan yang tidak bersih dapat menambah resiko penyebaran bakteri penyebab penyakit.

Proses pembuatan kerupuk biasanya dimulai dengan mencampurkan semua bahan menjadi satu adonan yang kemudian akan dicetak, dijemur, baru kemudian digoreng dan dikemas. Dalam pembuatan adonan selain diperlukannya bahan baku berkualitas, juga dibutuhkan kebersihan alat dan si pembuatan adonan, hal yang jarang diperhatikan adalah penggunaan sarung tangan untuk mengurangi proses perpindahan bakteri antara produk dan si pembuat.

Seringkali peralatan yang mereka gunakan tidak benar–benar terjaga kebersihannya. Setelah adonan dicetak tentu saja adonan akan dijemur, proses penjemuran yang umum ialah dengan menejermur adonan di bawah sinr matahari, namun tahukah kalian bahwa selama proses penjemuran dalam kondisi terbuka tentu saja menimbulkan bahaya? Proses penjemuran secara terbuka memberikan potensi yang snagat besar bagi tercemarnya produk kerupuk.

Adanya lalat yang hinggap ataupun hewan lain tentu saja telah menjadi salah satu bentuk kontaminasi produk yang dapat menyebabkan bahaya kesehatan bagi manusia, sehingga dalam proses penjemuran alangkah baiknya digunakan plastik untuk menutupi produk agar tidak terkontaminasi hewan kecil ataupun debu. Selain itu proses penggorengan juga menjadi salah satu hal yang tidak luput dari ancaman bahaya, penggunaan minyak goreng yang berulang tentu saja tidak baik bagi kesehatan karena bisa saja menimbulkan bahaya akan penyakit kanker.

Bahaya lain yang juga dapat mengancam manusia dalam produk kerupuk ialah penambahan bahan yang tidak seharusnya. Banyak beberapa kasus yang menyatakan bahwa kerupuk yang diujikan positif mengandung pemutih bahkan formalin, bagi para produsen nakal penambahan bahan berbahaya seperti pemutih ataupun formalin tentu saja merupakan hal yang sah demi mendapatkan keuntungan, namun nyatanya hal tersebut sangat membahayakan.

Penambahan bahan berbahaya tersebut tentu saja berpotensi besar mengancam kesehatan manusia, kasus lain menyebutkan tidak sedikit produsen kerupuk yang menggoreng produk mereka dengan plastik yang direndam dalam minyak panas.

Apa tujuan mereka? Alasan utama mereka ialah agar produk kerupuk yang mereka hasilkan menjadi lebih renyah, namun nyatanya hal tersebut adalah kesalahan besar karena lagi lagi dan lagi dapat mengancam kesehatan kita. Untuk itu bagi para konsumen sangat perlu berhati–hati dalam memilih produk kerupuk yang mereka konsumsi, agar tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *