Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Kadis: Wanita Penderita Penyakit Langka di Madina Idap Steven Johnson Syndrome

Kadis: Wanita Penderita Penyakit Langka di Madina Idap Steven Johnson Syndrome

Kadis Kesehatan Madina, dr Syarifuddin.

Mandailing Natal, sidaknews.com – Gadis (16), seorang remaja wanita di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dikabarkan menderita penyakit langka ternyata mengidap Steven Johnson Syndrome.

Hal ini berdasarkan hasil diagnosa dari dokter kepada wanita Warga Desa Setia Karya Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang saat ini dirawat di RSU Panyabungan, Kabupaten Madina.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kesehatan Mandailing Natal, dr Syarifuddin Nasution. “Setelah dilakukan pemeriksaan di RSU Panyabungan, wanita (Gadis-red) yang kulitnya melepuh tersebut mengidap penyakit Steven Johnson Syndrome, bukan cacar monyet,” kata Syarifuddin kepada wartawan, Kamis (11/7/2019) di ruang kerjanya.

“Masalah hasil diagnosa penyakit yang dialami gadis tersebut, saya sudah konfirmasi ke RSU Panyabungan melalui dokter anak, bahwa memang gadis tersebut mengidap penyakit steven jhonson sydrome,” tambahnya.

Dikatakannya, seseorang dapat menderita penyakit steven johnson ini karena kemungkinan alergi obat-obatan. “Karena si anak ini sudah sempat berobat pada seorang petugas kesehatan yang memiliki praktek pribadi di Natal,” jelasnya.

Dijelaskan Syarifuddin, biasanya kalau sudah menderita steven johnson sydrome, apa pun obat yang masuk ke dalam tubuh kemungkinan besar akan alergi.

“Jika sudah kena steven johnson syndrome, dampaknya bisa kulit badan akan melepuh, karena itulah kenyataannya di lapangan,” jelasnya.

Penyebab orang mengidap steven johnson sydrome, lanjut dia, salah satunya karena masalah sistem imun atau kekebalan tubuh. “Karena imun yang tidak bagus kemungkinan besar itulah penyebab alergi tersebut,” papar Kadis.

Untuk tindak lanjut pengobatan pada Gadis, sambung dia, kemungkinan wanita tersebut akan dirujuk ke RSU Adam Malik Medan karena terkendala fasilitas RSU Panyabungan.

“Tadi saya sudah konfirmasi dokter yang menangani Gadis melalui salah satu Kepala Bidang di RSU Panyabungan, karena fasilitas rumah sakit kita belum lengkap, kemungkinan anak tersebut akan kita rujuk ke RSU Adam Malik Medan,” ujarnya.

“Saat ini kita masih menunggu kartu BPJS anak tersebut. Pembuatan kartu BPJS sedang proses, baru anak itu kita rujuk. Kalau kesembuhan kemungkinan agak lama, karena kita terlebih dulu menyembuhkan sistem imunnya,” ungkap Kadis.

Terakhir Kadis Kesehatan Madina ini berpesan agar masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan obat-obatan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gadis  (16), warga Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menderita penyakit langka yang menyebabkan dia tidak bisa beraktifitas

Sakit yang dialami Gadis yang merupakan seorang siswi di sebuah sekolah di Madina ini kulitnya melepuh seperti terbakar di sekujur tubuhnya. Sejak menderita penyakit tersebut, Gadis hanya bisa berdiam di rumahnya sejak satu bulan yang lalu.

“Saya sangat merasa sedih melihat penyakit yang dialami Gadis, karena ini merupakan penyakit langka,” ucap Ida Rosita salah seorang kerabat Gadis, Rabu (10/7/2019) kepada wartawan. (Putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *