Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Kapolda Sumut Pimpin Konferensi Pers Kasus Percobaan Pembunuhan Berencana

Kapolda Sumut Pimpin Konferensi Pers Kasus Percobaan Pembunuhan Berencana

Kapolda Sumatra Utara Irjend Pol Agus Ardrianto di dampingi Direktur Kriminal Umum Kombes Andi Rian dan Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya saat menggelar konfrensi pers.

Medan, sidaknews.com – Kepolisian Daerah Sumatra Utara menggelar konferensi pers terkait kasus dugaan percobaan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga Purnawiran Polri yang mengakibatkan ada korban yang mengalami luka berat.

Konfrensi Pers dipimpin oleh Kapolda Sumatra Utara Irjend Pol Agus Andrianto didampingi Direktur Kriminal Umum Kombes Andi Rian dan Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya bertempat di depan gedung utama Mapolda Sumut, jalan Sisingamangaraja KM.10,5 Medan, Senin(17/6/2019) sekitar pukul 10:00 WIB.

Dalam keterangan persnya di hadapan awak media, Kapolda menjelaskan, ada tujuh tersangka diamankan dalam kasus ini yakni W, ST, JG, BH, BS, MT dan B.

Kapolda mengatakan, kejadian ini bermula pada bulan Maret 2019, dimana tersangka W bertemu dengan tersangka ST (dirumahnya di kawasan Simpang Selayang Medan dengan maksud membicarakan tentang rasa sakit hatinya terhadap Bangkit Sembiring (korban).

Dan ia menyuruh W untuk membalaskan sakit hatinya pada Bangkit Sembiring yang telah merusak rumah yang dibangun di lokasi ladang pohon durian yang menjadi akar permasalahan ini.

Tak sampai disitu, Bangkit Sembiring juga diduga juga telah membacok pekerja ladang tersebut, dan untuk membalas sakit hatinya tersebut, ST diduga rela memberikan uang Rp 50 juta.

Setelah satu minggu, kemudian tersangka W berangkat ke Aceh Tamiang untuk bertemu dengan tersangka BH untuk membicarakan masalah ST sebagai donatur dan penggagas.

“Esok harinya merekapun berangkat ke daerah Sawit Sebrang Langkat untuk bertemu JG di rumahnya,” kata Kapolda.

Dari rumah JG bersama W dan BH langsung berangkat menuju Medan, di Medan mereka merental mobil Avanza warna hitam BK 1733 QB, untuk menjumpai ST serta meminta uang jalan sebesar lima juta rupiah dengan maksud agar tau letak rumah dan wajah Bangkit Sembiring di Tiga Lingga, Kabupaten Dairi.

Seminggu kemudian mereka berangkat ke Tiga Lingga, Kabupaten Dairi dan mereka meminta uang tiga juta rupiah pada tersangka ST, lalu pada hari Jumat 10 Mei 2019 jam 16:00 WIB tersangka ST bersama W membahas dugaan rencana pembunuhan ini di sebuah kedai yang terletak di belakang rumah ST di jalan SM.Raja, Kelurahan Tiga Lingga, Kabupaten Dairi.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, selanjutnya pada hari Senin 24 Mei 2019 jam 20:00 Wib, BH, JG, W, BS dan B bertemu di Medan Selayang tepatnya di rumah MT dan selanjutnya berangkat menuju kota Sidikalang, Kabupaten Dairi dengan menggunakan mobil yang mereka sewa.

Dan setelah sampai di Tiga Lingga, ST menunjukkan letak kediaman rumah Bangkit Sembiring dan mengatur siasat untuk melarikan diri, dimana pada tanggal 28 Mei 2019 mereka menginap di SPBU Tigalingga dan untuk itu mereka semua diberi uang masing-masing satu juta rupiah dari ST.

“Lalu pada tanggal (29/6) BH dan B pergi ke pasar Sidikalang untuk membeli 2 bilah parang, linggis dan 5 pasang sarung tangan sebagai alat yang akan digunakan untuk mencelakai Bangkit Sembiring dan keluarganya.

Selanjutnya pada tanggal 31 Mei 2019 mereka menggunakan 2 unit sepeda motor pergi ke rumah Bangkit Sembiring dan memarkirkannya sekitar 150 meter dari rumah Bangkit Sembiring dan selanjutnya mereka berjalan kaki menuju rumah Bangkit Sembiring,” terang Kapolda.

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian juga menjelaskan bahwa sesampainya di rumah Bangkit Sembiring sekitar jam 03:00 WIB, tersangka BS mencongkel engsel pintu bagian depan rumah Bangkit Sembiring dengan menggunakan linggis.

Kemudian tersangka BH menendang pintu rumah hingga terbuka, setelah itu tersangka BH melihat Ristiani Samosir (istri Bangkit) dan ia memukul kepala istri Bangkit dengan menggunakan martil sebanyak dua kali hingga Ristiani jatuh tak sadarkan diri.

“Lalu tersangka BH melihat ada seorang anak Bangkit sedang tidur pulas, lalu BH memukul kepala anak Bangkit Sembiring dengan menggunakan martil. Sementara tersangka W dan tersangka BS membacoki Bangkit Sembiring secara berulang-ulang dengan menggunakan parang. Setelah pelaku menjalankan aksinya, tersangka kabur menggunakan motor dan berangat menggunakan mobil untuk melarikan diri,” ucapnya. (Handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *