Minggu , 26 Mei 2019
Home » Berita Foto » Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu, Oknum Caleg PSI Jalani Sidang Perdana

Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu, Oknum Caleg PSI Jalani Sidang Perdana

Ranat Mulia Pardede (pakai kemeja putih) bersama sejumlah rekan dan kuasa hukumnya usai menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Senin (4/3). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Sidang kasus dugaan pelanggaran Pemilu dengan terdakwa Ranat Mulia Pardede (RMP), seorang oknum Caleg mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (4/3). Sidang beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

RMP diketahui mencalonkan diri sebagai Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Barat dan Kota.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Zaldi Akri dari Kejari Tanjungpinang, kasus tersebut berawal pada hari Senin tanggal 07 Januari 2019 sekira pukul 19.00 Wib, terdakwa sedang berdiri di depan Front Office (FO) di lantai 1 Gedung STIE Pembangunan Tanjungpinang hendak mengambil jadwal ujian.

Kemudian terdakwa bertemu dengan saksi berinisial H (disidang terpisah) yang merupakan teman sesama Dosen di STIE Pembangunan Tanjungpinang.

Lalu, saksi H berkata kepada terdakwa dengan mengucapkan “ bang, ngopi yok”, lalu terdakwa  menjawab dengan mengatakan “boleh ”. Atas jawaban terdakwa, kemudian saksi H mengatakan kepada terdakwa dengan ucapan “tapi kita ajak pak E”.

Atas jawaban saksi H tersebut, lalu terdakwa bertanya kepada saksi H  dengan mengatakan.“pak E dimana? ”, lalu saksi H menjawabnya dengan mengatakan “pak E lagi diatas, yok kita jumpain ”.

Kemudian saksi H dan terdakwa naik menuju ke lantai II. Setibanya di lantai II, terdakwa dan saksi melihat saksi berinisial E berada di depan pintu ruangan 204.

Lalu, saksi H dan terdakwa menghampiri saksi E, lalu saksi H bertanya kepada saksi E dengan ucapan “lagi ngawas bang ya”, kemudian saksi E menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.

Selanjutnya, terdakwa dan saksi H duduk di depan kelas 204 sambil menunggu saksi E dan kemudian setelah hampir beberapa menit menunggu di depan ruangan 204,  lalu saksi H mengajak terdakwa untuk masuk ke dalam ruangan 204 untuk menjumpai saksi E.

Lalu, saksi H dan terdakwa masuk ke dalam ruangan 204 (Kelas Manajemen Malam 1). Di ruangan tersebut, lalu terdakwa berdiri sambil melihat-lihat Mahasiswa/i melaksanakan ujian semester ganjil, sedangkan saksi H langsung menghampiri saksi E.

Setelah itu, saksi H langsung berbicara kepada Mahasiswa/i yang sedang ujian tersebut dengan berkata “minta waktu sebentar ya, ni Dosen kalian mohon doa dan dukungannya secara moril,” dan di saat yang bersamaan, terdakwa berjalan-jalan melihat-lihat ke barisan belakang ruangan tersebut.

Pada saat terdakwa sampai di barisan belakang ada seorang mahasiswa berkata “pak, minta kartu nama pak”, lalu terdakwa menyerahkan kartu nama kepada anak yang meminta tersebut.

Dan tidak berapa lama setelah itu, terdakwa selanjutnya dari barisan belakang berjalan lagi ke depan ruangan menuju ke tempat saksi H dan E lalu sampai didepan saksi H dan mengatakan kepada terdakwa dengan ucapan “yok bang kita tunggu di luar sambil menunggu pak E ngawas ujian”.

Setelah itu, keduanya langsung ke luar ruangan 204, dan tidak lama keduanya di luar ruangan 204, kemudian saksi E keluar dari ruang 204 dan langsung menuju ke ruang 206.

Melihat saksi E menuju dan masuk ke ruang 206, lalu terdakwa mengatakan kepada saksi H dengan ucapan “bang, ni pak E ngawas, masih lama lagi nggak kira-kira? ” lalu saksi H menjawabnya dengan mengatakan “tunggu lah sebentar”.

Dan lebih kurang lima menit, kemudian saksi H berjalan menuju ke ruang 206 dan masuk ke ruangan tersebut, kemudian terdakwa juga menyusul ke ruangan 206 tersebut.

Dan sampai di depan pintu masuk, lalu terdakwa mengintip ke dalam ruangan 206 tersebut melalui pintu masuknya sambil mengatakan “ pak E, saya izin pulang dulu ya ” dan disaat bersamaan tiba-tiba saksi H mengatakan dengan ucapan “maaf mengganggu, minta waktu sebentar ya, ini ada dosen kalian yang mau nyaleg, mohon doa dan dukungannya secara moril”.

Mendengar ucapan saksi H, lalu terdakwa  langsung masuk ke ruangan 206 itu, kemudian saksi H sedang mengucapkan “ mohon perhatiannya sebentar, disini siapa yang tinggal di Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kota?.

Kemudian, salah seorang mahasiswi yaitu saksi berinisial A mengangkat tangan dan kemudian terdakwa langsung menghampiri saksi A dan langsung terdakwa memberikan satu lembar kartu nama berbentuk persegi panjang yang pada halaman depan terdapat foto dan nomor urut caleg Ranat Mulia Pardede, SE. M.H dengan nomor urut 2 serta logo dan nomor urut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor 11 yang ada tulisan calon legislatif DPRD Kota Dapil 1 Tanjungpinang Barat dan Kota “Sama-sama bangun Tanjungpinang”.

Dan pada bagian belakang, terdapat petunjuk cara memilih dengan mencontohkan cara mencoblos nomor urut 2, Ranat Mulia Pardede, SE. M.H.

Saat itu juga, terdakwa menanyakan kepada saksi A dengan ucapan “ namanya siapa? ” lalu dijawab oleh saksi A dengan mengatakan nama lengkapnya.

Kemudian terdakwa bertanya lagi kepada saksi A dengan mengatakan “ada nomor WA nya?” dan dijawab oleh saksi A dengan mengatakan “ada pak”.

Setelah itu, terdakwa kembali berkeliling di ruangan kelas 206 sambil melihat-lihat mahasiswa/i yang sedang melaksanakan ujian semester tersebut.

Dan tiba-tiba ada seorang mahasiswa yaitu saksi ARD berkata “Pak, di kampus kan tidak boleh berkampanye ”, lalu saksi H menjawab dengan mengatakan “ok kalau tidak boleh kami permisi, tapi perlu diketahui kami bukan Kampanye, kami hanya silaturrahmi ”.

Setelah itu, terdakwa dan saksi H langsung minta permisi kepada saksi E sebagai Dosen Pengawas di ruangan 206 tersebut dan meninggalkan ruangan tersebut.

Terdakwa didakwa melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 521 Jo Pasal 280 ayat (1) huruf h UU RI No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Atas dakwaan tersebut, terdakwa mengatakan, akan mengajukan tanggapan (eksepsi) melalui kuasa hukumnya pada sidang selanjutnya.

Sidang ini sendiri dipimpin majelis hakim Awani Setyowati dan dua hakim anggota masing-masing Hendah Karmila Dewi dan Monalisa Anita Siagian. Sidang akan dilanjutkan, Selasa (5/3) besok dengan agenda pembacaan eksepsi. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *