Sabtu , 20 April 2019
Home » Berita Foto » Kasus Pencurian Pelat Baja Sisa Proyek di Dompak Mulai Disidangkan

Kasus Pencurian Pelat Baja Sisa Proyek di Dompak Mulai Disidangkan

La Mane, terdakwa kasus pencurian pelat baja sisa proyek saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Sidang kasus dugaan pencurian pelat baja sisa sebuah proyek jembatan di Dompak, Kota Tanjungpinang dengan terdakwa La Mane mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (27/3).

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini dipimpin majelis hakim Eduart Sihaloho. Begini uraian dakwaan yang dibacakan JPU Zaldi Akri dari Kejari Tanjungpinang:

-Bahwa terdakwa La Mane pada hari Senin tanggal 4 Juni 2018  sekitar pukul 16.00 Wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2018 bertempat di Tanjung Duku Jembatan 1 Dompak Kota Tanjungpinang.

Atau setidak-tidaknya di tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tanjungpinang, telah mengambil barang sesuatu yakni pelat baja sebanyak 24 lembar masing-masing dengan ukuran panjang lebih kurang 6 meter, lebar lebih kurang 1,5 meter dan tebal lebih kurang tiga centimeter, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain yakni milik Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau.

“Dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, antara terdakwa bersama-sama dengan saksi ACP (dilakukan penyidikan dalam berkas perkara terpisah), serta dengan SY,JM,SA (berkas perkara terpisah/ketiganya juga saksi-red),” papar JPU.

Dalam dakwaannya, JPU juga menguraikan kronologis perkara tersebut, mulai dari proses pengambilan pelat baja dari lokasi proyek hingga ke gudang penampungan serta bagaimana peran terdakwa maupun para saksi dalam perkara tersebut.

Selain itu, JPU juga membeberkan nilai uang hingga siapa saja yang menerima uang yang diduga hasil penjualan pelat besi tersebut dan jumlah kerugian yang dialami Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dalam perkara ini.

“Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau mengalami kerugian melebihi batas minimal Rp. 2.500.000 sebagaimana Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 Tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan Dan Jumlah Denda Dalam KUHP,” ujar JPU.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa La Mane didakwa melanggar pasal 363 ayat (1) angka 4 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primer dan pasal 362 KUHP sebagaimana dalam dakwaan subsidair.

Usai pembacaan dakwaan, sidang kembali ditunda dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *