Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Kasus Politik Uang, M Apriyandy Divonis Hukuman Percobaan

Kasus Politik Uang, M Apriyandy Divonis Hukuman Percobaan

M Apriyandy, terdakwa kasus politik uang pada Pemilu 2019 saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Senin (24/6). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – M Apriyandy, terdakwa kasus dugaan politik uang (money politic) pada Pemilu 2019 divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang dengan hukuman percobaan selama lima bulan penjara dengan masa percobaan selama sepuluh bulan.

M Apriyandy sendiri merupakan seorang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Tanjungpinang yang maju melalui Partai Gerindra dengan Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Timur pada Pemilu 2019.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama lima bulan penjara dengan masa percobaan selama sepuluh bulan,” terang majelis hakim yang dipimpin Acep Sopian Sauri membacakan amar putusanya pada sidang yang digelar, Senin (24/6).

Tidak hanya itu, hakim juga menghukum terdakwa dengan hukuman membayar denda senilai Rp 24 juta subsider satu bulan kurungan.

Hakim menilai terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 523 ayat (1) jo pasal 280 ayat (1) huruf J Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan tunggal Penuntut Umum.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman selama tiga bulan penjara dan denda Rp 24 juta subsider satu bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, terdakwa mengatakan masih pikir-pikir apakah akan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) atau tidak, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama.

“Secara pribadi, saya menghargai dan menghormati putusan ini. Atas hal ini, saya menyatakan pikir-pikir terlebih dahulu,” kata Apriyandy yang saat itu didampingi kuasa hukumnya.

Sekadar diketahui, selain M Apriyandy, ada dua lagi yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini yakni Agustinus Marpaung dan Yusrizal. Keduanya disidangkan secara terpisah. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *