Sabtu , 20 April 2019
Home » Berita Foto » Kasus Suap, Kepala KSOP Pulau Sambu Batam Divonis 1,3 Tahun Bui

Kasus Suap, Kepala KSOP Pulau Sambu Batam Divonis 1,3 Tahun Bui

Totok Suranto, terdakwa kasus korupsi saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (2/4). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Totok Suranto dan Eliman Syah Hia alias Eli divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang dengan hukuman bervariasi pada sidang yang digelar Selasa (2/4) sore.

Keduanya menjadi terdakwa kasus penyuapan. Totok Suranto merupakan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu, Batam, Kepri dan Eli merupakan Kepala Cabang PT Garuda Mahakam Pratama.

Totok divonis dengan hukuman selama satu tahun dan tiga bulan penjara, sedangkan Eli divonis lebih ringan yakni selama satu tahun penjara.

Selain hukuman badan, kedua terdakwa juga dikenakan hukuman membayar denda senilai Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa Totok Suranto dengan hukuman selama satu tahun dan enam bulan, sedangkan Eli dituntut satu tahun dan tiga bulan penjara.

Terdakwa Eliman Syah Hia alias Eli.

Hakim menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 11 UU Nomor 20 tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Korupsi.

Atas putusan hakim, kedua terdakwa mengatakan menerima putusan, sementara jaksa mengutarakan masih pikir-pikir. Sidang untuk kedua terdakwa ini dipimpin majelis hakim Admiral yang juga menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Sekedar diketahui, kedua terdakwa terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pihak kepolisian di salah satu restoran Mal Gandaria City di Jakarta, 3 Oktober 2018 lalu saat keduanya diduga melakukan praktik transaksi penyuapan.

Dari OTT tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa uang tunai senilai 9.200 Dolar Amerika. Uang tersebut diduga sebagai uang ‘pelicin’ dengan tujuan untuk memperlancar dan mempermudah pelaksanaan bisnis jasa dari perusahaan agen pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Pulau Sambu, Batam. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *